Breaking News:

Stop Lakukan Gerakan Memutar saat Menyikat Gigi, Dokter Beri Penjelasan Cara Sikat Gigi yang Benar

Sikat gigi yang benar adalah salah satu cara mencegah gigi bermasalah, simak berikut ini.

health.grid.id
Ilustrasi menyikat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Sikat gigi yang benar adalah salah satu cara mencegah gigi bermasalah.

Seringkali seseorang asal melakukan teknik menyikat gigi, padahal cara yang dilakukan belum tentu benar.

drg. Callista Argentina mengatakan, mayoritas pasien yang ia temui menunjukkan teknik menyikat gigi yang salah.

Baca juga: Waktu Pemulihan Warna Gigi, Dokter: Bisa Seketika hingga Butuh Berbulan-bulan

Biasanya gerakan yang dilakukan adalah posisi memutar. Padahal teknik ini hanya bisa dilakukan pada gigi susu saja.

"Ternyata cara menyikat gigi mereka itu gerakannya memutar, padahal itu gerakan sikat gigi untuk gigi susu," terangnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Kompas TV.

Gerakan sikat gigi yang memutar ini bisa menyebabkan gusi pada rahang atas dan bawah menjadi naik.

Ilustrasi menyikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut
Ilustrasi menyikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut (tribunnews.com)

Teknik sikat gigi yang benar adalah menggenukan Bass methode.

Langkah awal, pisahkan terlebih dahulu rahang atas dan bawah.  Lalu sikat pertama kali pada area sisi dalam pada rahang bawah.

Baca juga: drg. Zita Aprillia, Sp.KGA Bagikan Tips Agar Anak Tidak Takut dan Terbiasa Mengunjungi Dokter Gigi

Posisikan gigi mengarah 45 derajat menghadap gusi.

"Jadi sisi dalam dan lehernya juga kena," imbuh Callista.

Ilustrasi menyikat gigi
Ilustrasi menyikat gigi (grid.id)
2 dari 4 halaman

Lakukan teknik menyikat gigi ini secara perlahan dengan diawali 2 gigi disetiap gerakannya hingga belakang gigi.

Hingga akhirnya gerakkan ke arah depan dengan posisi mencukil.

Jangan pernah mencoba menyikat gigi pada posisi ini dengan gerakan atas bawah.

Baca juga: Dokter Gigi Sebut Ada Banyak Penyakit yang Bisa Terjadi di Mulut, Salah Satunya Sariawan

Karena bisa memicu gusi turun ke bawah hingga memicu gigi sensitif.

Selanjutnya sikat pada area permukaan kunyah hingga luar gigi dengan posisi yang sama, 45 derajat.

Disamping itu, jangan lupakan membersihkan area lidah dengan sikat gigi.

Mengingat banyak kuman yang menempel pada permukaan lidah.

Waktu Menyikat Gigi

Ilustrasi seseorang yang sedang menyikat gigi
Ilustrasi seseorang yang sedang menyikat gigi (freepik.com)

Dikenal dapat membersihkan area rongga mulut, karena itu aktivitas menyikat gigi perlu dilakukan secara rutin dan dilakukan secara tepat.

Callista menganjurkan melakukan aktivitas sikat gigi, minimal dua kali dalam sehari.

3 dari 4 halaman

Idealnya pada saat pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Baca juga: Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut Sebut Kombinasi Sejumlah Faktor Bisa Menjadi Penyebab Sariawan

"Paling penting itu sikat gigi sebelum tidur," sambung Callista.

Karena pada saat malam hari, plak atau sisa makanan di sela gigi tidak tinggal lebih lama.

Penyebab Gigi Sensitif

Gigi sensitif identik dengan rasa ngilu pada gigi.

Kondisi ini bisa dicetuskan oleh berbagai macam faktor penyebab.

Berbagai faktor pencetus tersebut ialah:

1. Sikat Gigi Rusak

Ilustrasi seseorang yang melakukan sikat gigi
Ilustrasi seseorang yang melakukan sikat gigi (kompas.com)

Penggunaan sikat gigi yang rusak bisa mencetuskan masalah pada gigi.

Kategori sikat gigi rusak yang dimaksud apabila bulu pada sikat sudah mulai mekar.

4 dari 4 halaman

Hal ini bisa mencetuskan masalah gigi sensitif.

Tak hanya gigi sensitif saja, penggunaan sikat gigi rusak juga bisa mengakibatkan penurunan pada gusi.

2. Salah menyikat gigi

Salah melakukan teknik dalam sikat gigi bisa berimbas gigi sensitif.

Keadaan ini sering menjadi pencetus para usia dewasa muda mengalami gigi sensitif.

Baca juga: Pentingnya Perawatan Gigi dan Gusi Jelang Kehamilan, Berikut Penjelasan Dokter

Kesalahan dalam teknik menyikat gigi ini bisa menyebabkan penurunan gusi.

Sebagian dari akar gigi yang terbuka tersebut merupakan bagian yang sensitif.

3. Menggertakan gigi

Kebiasaan menggertakan gigi juga menjadi faktor pencetus lain dari adanya gigi sensitif.

Kebiasaan ini sering dilakukan oleh sejumlah orang saat tidur dan biasa disebut sebagai kondisi bruxism.

Usia Rentan Alami Gigi Sensitif

Callista  mengatakan, gigi sensitif bisa terjadi pada siapa saja.

Ilustrasi gigi ngilu
Ilustrasi gigi ngilu (pixabay.com)

Terutama pada usia 30 tahun ke atas dan para lansia.

Lansia mudah terkena gigi sensitif lantaran dipengaruhi oleh penuaan yang mengakibatkan penurunan gusi secara alami.

Sementara pada dewasa muda, gigi sensitif dicetuskan oleh kebiasaan yang buruk.

Baca juga: Tak Semua Perubahan Warna Gigi Bisa Diatasi dengan Bleaching, Dokter Sebut Alasannya

Yakni salah satunya cara menyikat gigi yang salah.

Disamping itu kondisi gigi sensitif bisa terjadi karena berbagai hal, seperti:

- Perubahan suhu dari panas ke dingin

- Gesekan pada saat menyikat gigi

Ilustrasi sikat gigi
Ilustrasi sikat gigi (Freepik.com)

- dan paparan asam dari minuman atau makanan.

Keluhan gigi sensitif ini berbeda dengan keluhan yang timbul akibat gigi berlubang.

Pada gigi sensitif, rasa sakit muncul secara spontan, singkat, dan tajam.

Baca juga: Ketahui Kondisi yang Bisa Terjadi jika Kita Tidak Menjaga Kesehatan Lidah dengan Baik

"Muncul secara tiba-tiba akibat adanya paparan tersebut," kata Callista.

Penjelasan drg. Callista Argentina dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved