Breaking News:

Begini Solusi ketika Mengalami Maag, GERD, dan Morning Sickness pada Kehamilan yang Masih Muda

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska pada kehamilan yang masih muda biasanya sakit maag dan GERD meningkat.

freepik.com
ilustrasi ibu hamil yang mengalami maag, simak penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska 

TRIBUNHEALTH.COM - Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan yang berisiko terpapar Covid-19 dengan gejala berat sehingga harus mendapatkan vaksin.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil.

"Untuk Covid-19 sekarang sudah diwajibkan. Ibu hamil sebaiknya menerima vaksin 1, 2, dan booster," tegas Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska dalam tayangan Ayo Sehat (07/09/2022).

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska tidak ada lagi batasan usia kehamilan seseorang yang sedang mengandung mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Psikolog Sebut Seseorang yang Mengalami Trauma Masa Kecil Biasannya Susah untuk Melupakannya

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KompasTV program Ayo Sehat edisi 07 September 2022.

ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil, begini penuturan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska
ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil, begini penuturan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska (freepik.com)

Baca juga: Penelitian Ilmiah Ungkap Jahe Bisa Bantu Menurunkan Gula Darah pada Orang dengan Diabetes

"Dulu ada ya, dulu harus 24 sampai 34 minggu. Tapi sekarang ternyata dari berbagai jurnal dan studi menunjukkan tidak ada masalah. Jadi itu boleh diterima dan tidak ada kontra indikasi untuk menerima vaksin," terang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska.

"Apapun kasusnya, misalnya ada hipertensi, ada kencing manis, ada autoimun boleh nggak ada masalah," sambung Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska.

Sakit maag dan GERD meningkat ketika hamil muda

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska menambahkan jika pada kehamilan yang masih muda biasanya sakit maag dan GERD meningkat.

"Nah, masalahnya adalah kalau pada hamil, orang hamil itu mual muntah juga. Jadi malas makan," timpal Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska.

2 dari 3 halaman

dr. Shelly mengatakan jika yang harus dilakukan oleh ibu hamil yaitu mencegah GERD dengan memperbaiki pergerakan usus.

"Karena pada orang hamil itu biasanya gampang kembung ya, karena hormon gitu kan. Perubahan segala macam, jadi pasiennya dianjurkan justru harus banyak bergerak," ungkap Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska.

Baca juga: Kekurangan Vitamin B12 Bisa Sebabkan Kesulitan Berjalan dan Bicara, Tanda Adanya Kerusakan di Otak

ilustrasi ibu hamil yang mengalami GERD, begini ulasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska
ilustrasi ibu hamil yang mengalami GERD, begini ulasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska (freepik.com)

Baca juga: Cegah Kanker Payudara, Menkes Serukan Deteksi Dini dengan Mammogram di Seluruh Kabupaten/Kota

"Karena dengan dia tidak bergerak, habis makan nih misalnya nih karena mual dia lebih pilih tiduran. Itu ternyata GERDnya meningkat," lanjut dr. Shelly.

"Jadi lebih baik dibawa jalan lah 30 menit 20 menit setidaknya pada saat habis makan dan juga makannya lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dibandingkan porsi besar," tuturnya.

Apabila biasanya ibu hamil 3 kali makan dalam sehari, dr. Shelly anjurkan untuk sebaiknya makan sebanyak 5 kali setiap 3 atau 4 jam.

"Nyemil-nyemil terus gitu," lanjut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska.

Solusi morning sickness

1. Banyak bergerak

Apabila ibu hamil mengalami morning sickness, dr. Shelly Franciska menganjurkan untuk melakukan banyak pergerakan.

"Jangan ikutin malesnya, magernya gitu jangan. Jadi tetap harus bergerak gitu," papar dr. Shelly Franciska.

Baca juga: Sering Muncul Komedo Akibat Penggunaan Masker? Berikut 6 Tips untuk Mengatasi Permasalahan Komedo

ilustrasi ibu hamil yang mengalami morning sickness, simak keterangan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska
ilustrasi ibu hamil yang mengalami morning sickness, simak keterangan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska (grid.id)

Baca juga: Benarkah Flek Paru Tanda Idap TBC? Berikut Simak Penjelasan Dr. dr. Rini Savitri Daulay, SpA(K).

3 dari 3 halaman

2. Banyak minum

Hal ini karena hormon yang membuat ibu hamil mual rupanya dibuang melalui air kencing.

"Kalau kita ikutin mualnya nih, nggak mau minum kan. Kalau nggak mau minum tambah sedikit kencingnya tambah mual," jelas dr. Shelly Franciska.

"Jadi minum harus cukup begitu, 2-3 liter sehari dan kalau nggak suka banget air putih bisa minum air kelapa. Air kelapa biasanya banyak menolong tuh untuk orang-orang yang morning sickness," tambah dr. Shelly Franciska.

Baca juga: dr. Arini Sebut Komedo Putih Lebih Rentan Sebabkan Jerawat, Berikut Perbedaan Komedo Hitam & Putih

Penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Shelly Franciska dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KompasTV program Ayo Sehat edisi 07 September 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved