Breaking News:

Tempe dan 3 Makanan Berikut Baik untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Makanan fermentasi seperti tempe dapat bermanfaat untuk turunkan tekanan darah tinggi

Pixabay
Ilustrasi tempe baik untuk kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - Oat, sayuran berdaun hijau, hingga tempe merupakan beberapa makanan yang baik untuk penderita hipertensi.

Situs medis Medical News Today (MNT) menyebut beberapa makanan tersebut dapat membantu mengontrol hipertensi.

Hal ini menjadi langkah penting, karena hipertensi yang tidak terkontrol bisa memicu beragam masalah lain seperti penyakit jantung.

Meski demikian penting untuk menjadikan makanan berikut sebagai bagian dari diet sehat seimbang, karena tidak ada makanan tunggal yang benar-benar bisa menyembuhkan suatu penyakit.

Dilansir TribunHealth.com dari MNT, berikut ini 4 makanan yang baik untuk hipertensi.

Oat

Ilustrasi oatmeal untuk penderita kolesterol
Ilustrasi oatmeal untuk penderita hipertensi (Pixabay)

Oat mengandung sejenis serat yang disebut beta-glukan, yang mungkin bermanfaat untuk kesehatan jantung, termasuk tekanan darah.

Sebuah studi pada hewan pada tahun 2020 menemukan bahwa beta-glukan dan avenanthramide C dapat mengurangi kadar malondialdehid, penanda stres oksidatif pada tikus hipertensi.

Kedua zat tersebut dapat ditemukan dalam oat.

Hasil ini menunjukkan bahwa bahan-bahan yang ada dalam gandum dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi dan melindungi kesehatan jantung dengan cara lain.

Baca juga: Dianggap Bisa Turunkan Kolesterol, Bolehkan Oatmeal Dimakan dengan Gula dan Susu?

2 dari 3 halaman

Sayuran berdaun hijau

Ilustrasi sayuran hijau untuk turunkan tekanan darah
Ilustrasi sayuran hijau untuk turunkan tekanan darah (Pixabay)

Sayuran berdaun hijau kaya akan nitrat, yang membantu mengelola tekanan darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan setidaknya 1 cangkir sayuran berdaun hijau per hari dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Contoh sayuran berdaun hijau meliputi:

  • kubis
  • sejenis sawi
  • kubis
  • sawi hijau
  • bayam
  • swiss chard.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Seputar Antioksidan, Senyawa Bermanfaat yang Banyak Ditemukan pada Buah dan Sayur

Bawang putih

Ilustrasi manfaat bawang putih untuk kesehatan
Ilustrasi manfaat bawang putih untuk kesehatan (Pixabay)

Bawang putih memiliki sifat antibiotik dan antijamur, banyak di antaranya mungkin karena bahan aktif utamanya, allicin.

Sebuah tinjauan tahun 2020 menyimpulkan bahwa bawang putih secara umum, dan khususnya bawang putih Kyolic, dapat mengurangi:

  • tekanan darah
  • kekakuan arteri
  • kolesterol

Bawang putih sendiri dapat meningkatkan rasa dari banyak makanan gurih, termasuk tumisan, sup, dan telur dadar.

Bawang putih juga bisa menjadi alternatif garam sebagai penyedap rasa.

Baca juga: 4 Fakta Bawang Putih, Digunakan sebagai Obat karena Sembuhkan Flu hingga Turunkan Tekanan Darah

Makanan fermentasi

Ilustrasi - benarkah tempe bisa dimakan mentah?
Ilustrasi - benarkah tempe bisa dimakan mentah? (TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI)
3 dari 3 halaman

Makanan fermentasi kaya akan probiotik, yang merupakan bakteri menguntungkan yang dapat membantu mengelola tekanan darah.

Pada tahun 2020, para peneliti menganalisis data untuk 11.566 orang dewasa berusia 50 tahun atau lebih di Korea.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang telah mengalami menopause dan makan makanan fermentasi kedelai memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi.

Namun, hal ini tampaknya tidak berlaku untuk pria.

Baca juga: Probiotik Bermanfaat untuk Redakan Gejala Radang Sendi, Banyak Dijumpai pada Tempe hingga Yogurt

Natrium adalah faktor risiko tekanan darah tinggi, dan para ahli menyarankan orang untuk membatasi asupan garam mereka.

Namun, sebuah studi tahun 2017 tidak menemukan bahwa makan sayuran yang difermentasi garam meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, meskipun kandungan natriumnya tinggi.

Efek probiotik pada tekanan darah tampak lebih bermanfaat ketika para peserta mengonsumsi:

  • beberapa spesies bakteri probiotik
  • mengonsumsi probiotik secara teratur selama lebih dari 8 minggu
  • mengonsumsi setidaknya 100 miliar unit pembentuk koloni per hari

Di Indonesia, salah satu makanan fermentasi yang mudah dijumpai adalah tempe.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved