Breaking News:

Benarkah Nyeri Tulang Belakang Merupakan Gejala Saraf Terjepit? Berikut Ulasan dr. M. Wawan

Banyak masyarakat yang mengeluhkan nyeri pada tulang belakang, dan beberapa di antaranya menganggap bahwa nyeri tersebut karena saraf terjepit.

health.kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan nyeri tulang belakang 

TRIBUNHEALTH.COM - Saraf terjepit sebenarnya adalah istilah awam yang dikatakan oleh masyarakat, bukan istilah di dunia medis.

Sebetulnya ketika seseorang datang ke dokter, mayoritas karena mengeluhkan nyeri pada punggung ataupun pada pinggang.

Nyeri pada punggung maupun pada pinggang bisa terjadi karena berbagai penyebab, bukan karena saraf terjepit saja.

Ketika seseorang mengalami sakit pinggang, penyebabnya yang paling banyak adalah kekaukan dari otot atau dalam istilah medis disebut dengan Muscle spasm.

Keluhan nyeri yang paling banyak dirasakan terdiri dari dua macam, yakni :

- Nyeri pada pinggang atau punggung saja

- Nyeri punggung maupun pinggang yang menjalar ke kaki

ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan nyeri tulang belakang
ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan nyeri tulang belakang (health.kompas.com)

Baca juga: Waspada, Cedera Secara Tiba-tiba dapat Menyebabkan Nyeri Tulang Belakang

Ketika mengeluhkan nyeri pada pinggang saja, maka kemungkinan penyebabnya cukup banyak.

Tetapi ketika keluhan nyerinya pada pinggang atau kondisi pinggang sudah membaik tetapi jika nyerinya menjalar sampai ke kaki biasanya karena saraf terjepit.

Apabila mengeluhkan nyeri pada pinggang saja, kebanyakan kasus adalah kekakuan otot.

2 dari 3 halaman

Mungkin juga karena sendi pinggang yang kurang kuat atau kemungkinan baru saja ,elakukan aktivitas terlalu ekstrim dan berlebihan, kurang pemanasan sebelum olahraga dan beraktivitas fiisik.

Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membedakan saraf terjepit dan bukan.

Baca juga: Hindari Kebiasaan Duduk Sedikit Membungkuk Agar Terhindar dari Saraf Kejepit

Dalam medis, dasar awalnya adalah dari anamnesis yakni wawancara dengan pasien atau keluarga.

Setelah itu meningkat ke pemeriksaan fiisik.

Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, seharusnya dokter yang teliti dan kompeten sudah bisa mengarahkan 50 persen dugaannya.

dr. M. Wawan menyampaikan, ketika keraguan itu ada atau memang mengeluhkan nyeri pinggang maupun punggung pasti 100 persen belum diktahui penyebabnya.

Kita harus mengetahui penyebab tersebut kelainan patologisnya dengan melakukan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang yang paling disarankan ketika dokter sudah mengarahkan adanya sesuatu yang sudah mengarah kepada saraf kejepit.

Baca juga: Simak Penyebab Nyeri pada Saraf Kejepit yang Tidak Hilang Meskipun Sudah Melakukan Operasi

Kalau memang sudah terjadi saraf kejepit atau bantalan tulang yang terjepit, bisa dikarenakan faktor usia sehingga terjadi penyempitan di daerah saraf tulang belakang.

Apabila keluhan sudah mengarah seperti yang disebutkan diatas, maka pemeriksaan penunjang yang paling tepat adalah MRI atau Magnetic Resonance Imaging.

3 dari 3 halaman

Mungkin ketika dokter butuh data awal, diperlukan pemeriksaan rontgent.

Ini disampaikan pada channel YouTube Kompas.com bersama dengan dr. M. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Sp.KP. Seorang dokter spesialis bedah saraf Rumah Sakit Bunda Jakarta.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved