Breaking News:

Hati-hati, Adanya Kontak dengan Tanah Bisa Menjadi Cikal Bakal Penyakit Cacingan

Menurut dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) sumber penularan utama penyakit cacingan adalah adanya kontak dengan tanah.

pixabay.com
Ilustrasi anak-anak bermain dengan tanah, begini penjelasan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) 

TRIBUNHEALTH.COM - Pernahkan Anda mengalami kondisi kecacingan?

Penyakit cacingan merupakan suatu kondisi tubuh seseorang yang terinfeksi cacing atau parasit yang tinggal di dalam usus.

Hal ini bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Pasalnya cacingan bisa menimbulkan beragam gejala, mulai dari rasa gatal di anus atau vagina, gangguan organ pencernaan seperti diare, mual, muntah hingga penurunan berat badan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), SpA (K), Ph.D (CTM) mengatakan jika cacingan merupakan penyakit endemik di Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Pengobatan yang Tepat untuk Mengatasi Tremor? Ini Kata dr. Ermawati Sudarsono, Sp.N

Ilustrasi anak mengalami cacingan, begini penuturan r. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM)
Ilustrasi anak mengalami cacingan, begini penuturan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) (palembang.tribunnews.com)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), SpA (K), Ph.D (CTM) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 16 Juli 2022.

Baca juga: Psikolog Benarkan Jika Mood Swing Cenderung Terlihat Pada Kaum Perempuan Dibanding Laki-laki

Penyakit endemik merupakan penyakit yang selalu ada pada suatu daerah atau kelompok populasi tertentu.

Setiap daerah mungkin memiliki penyakit endemis yang berbeda-beda.

Salah satu penyebab hal ini bisa terjadi adalah perbedaan iklim di setiap wilayah.

"Hampir semua tempat di Indonesia kita punya infeksi cacingan. Tapi kembali lagi, kalau suatu wilayah itu bersih misalnya. Kemudian tidak kotor ya, karena ini kaitannya dengan kebersihan diri dan lingkungan maka kasus kecacingannya bisa jauh lebih rendah di tempat lain," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Menurut dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM), dalam istilah medis kecacingan ini biasa disebut dengan Soil Transmitted Helminth (STH), ini dikarenakan sumber penularannya dari tanah.

Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan cacing golongan nematoda yang memerlukan tanah untuk perkembangan bentuk infektifnya.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Sebut Prevalensi Terjadinya Gangguan Mental Antara Pria dan Wanita Sama

Ilustrasi adanya cacing di dalam tubuh, begini pemaparan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM)
Ilustrasi adanya cacing di dalam tubuh, begini pemaparan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) (kompas.com)

Baca juga: Dokter Sarankan untuk Konsumsi Makanan Sehat dan Tinggi Antioksidan untuk Meminimalisir Nyeri Haid

Sebagian orang ada yang menyebut kondisi ini sebagai penyakit cacingan, namun ada pula yang menyebutnya sebagai kecacingan.

Terkait hal ini, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) menanggapi jika istilah kecacingan itu adalah infeksinya.

"Jadi kejadiannya adalah kecacingan. Nah kalau cacingan doang ya cacing gitu aja. Tapi penyakitnya kecacingan biasanya. Harusnya kecacingan," terang dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM).

Proses masuknya cacing ke dalam tubuh

"Yang penting ada kontak dengan tanah," tegas dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM).

"Jadi kalau misalnya sehari-hari anak itu cuman main di rumah, ya risiko infeksi kecacingan nggak muncul, gitu," imbuhnya.

"Tetapi begitu anak bermain di luar rumah, berkontak dengan tanah dan bermain tamanan misalnya atau bermain tanpa sandal atau alas kaki, nah ini yang menjadi sumber penularan," pungkasnya.

Penting diketahui jika sumber penularan utama penyakit ini adalah adanya kontak dengan tanah.

Baca juga: 4 Tips Turunkan Berat Badan dengan Diet Sehat dan Seimbang: Hindari Konsumsi Minuman Berkalori

Ilustrasi bermain tanah, begini ulasan  dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM)
Ilustrasi bermain tanah, begini ulasan dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) (pixabay.com)

Baca juga: Prinsip Utama Atasi Perilaku Seks yang Menyimpang, Dokter: Butuhkan Waktu Terapi yang Tak Sebentar

3 dari 3 halaman

"Ada pula anak yang terinfeksi dengan dimakan. Tapi ada juga dia misalnya dengan alas kaki itu kalau dia tidak memakai alas kaki maka dia bisa masuk lewat kulit," paparnya.

"Dari kaki masuk, bisa kemana-mana. Nah itu, tapi yang paling sering adalah dengan tertelan atau termakan," lanjut dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM).

Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan Membatasi Konsumsi Makanan Ultraproses hingga Daging Merah

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, M.Ked (Ped), Sp.A(K), Ph.D (CTM) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 16 Juli 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved