Breaking News:

drg. Anastasia Sampaikan Tips Membersihkan Rongga Mulut Anak agar Terhindar dari Karies Gigi

Menjaga kebersihan gigi dan mulut wajib dilakukan setiap hari. Tidak ada batasan usia dalam menjaga kebersihan rongga mulut.

freepik.com
ilustrasi orangtua yang membersihkan rongga mulut anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Proses karies pada anak bisa dicegah, apabila kita sudah tau apa pemicu kejadian karies tentu kita menjadi lebih paham dan lebih mengerti bagaimana cara pencegahannya.

Salah satu yang lebih penting adalah bagaimana cara membersihkannya.

drg. Anastasia menyampaikan, membersihkannya dimulai sejak gigi mulai erupsi.

Erupsi gigi biasanya dimulai pada bayi berusia 6 bulan.

Tetapi melatihnya tidak dimulai sejak gigi erupsi, bahkan ketika gigi belum erupsi pun upaya melatih kebiasaan membersihkan rongga mulut idelanya sudah dilakukan sejak anak lahir.

Cara paling mudah untuk membersihkan adalah dengan membilas rongga mulut.

ilustrasi orangtua yang membersihkan rongga mulut anak
ilustrasi orangtua yang membersihkan rongga mulut anak (freepik.com)

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan jika Anak Berkebutuhan Khusus Memiliki Karakteristik Rongga Mulut yang Unik

Pada bayi baru lahir, minuman yang idealnya diberikan adalah ASI dan sebagian orangtua memilih susu formula.

Material ASI dan susu formula tetap mengandung material pemicu kejadian karies bisa berkembang dalam rongga mulut pasien.

Upaya melatih kebiasaan membersihkan rongga mulut dilakukan sejak bayi.

Membilas maksudnya adalah melakukan upaya pembersihan atau pembilasan dengan sangat sederhana menggunakan air putih yang bersih.

2 dari 3 halaman

drg. Anastasia memberikan tips sederhana membersihkan rongga mulut pada bayi baru lahir :

- Selalu siapkan pipet yang bersih dan steril disamping ibu

- Apabila bayi minumnya melalui ASI, biasanya ibu akan tahu kapan bayi merasa cukup minum.

Baca juga: Dokter Gigi Sebut Seseorang yang Sedang Sakit Akan Tercermin dari Kondisi Kesehatan Rongga Mulutnya

Biasanya ciri khasnya adalah bayi melambatkan minum ASI.

Pada saat itu ibu bisa meneteskan air pada pipet tersebut dari sudut tepi bibir bayi.

Cukup satu tetes dan dibiarkan hingga tertelan oleh bayi.

Pada saat bayi melepaskan ASI ibu, tetesan tetap diberikan dari samping.

drg. Anastasia menyampaikan, upaya ini dimaksudkan sehingga bayi memiliki kebiasaan untuk membilas meskipun dalam scope sederhana.

Apabila anak sejak awal mengonsumsi susu formula, ibu bisa emnyiapkan botol yang sama dengan yang diminunkan pada anak dimana botol tersebut berisi air putih bersih.

Kerika melihat anak sudah mulai melonggarkan botolnya, maka mulai didekatkan dengan botol yang berisi air bersih.

Baca juga: Percepat Persiapan Sebelum Jalani Rekonstruksi yang Bisa dengan Memperhatikan Kondisi Rongga Mulut

3 dari 3 halaman

Lalu susu formula digantikan dengan botol yang berisi air putih bersih, tujuannya untuk membilas.

drg. Anastasia menyampaikan bahwa tindakan tersebut adalah cara awal yang direkomendasikan pada pasien.

Apabila anak sudah memiliki gigi, upaya pembersihan bisa ditingkatkan.

Hal kedua yang bisa dilakukan ketika anak belum memiliki gigi, ibu membiasakan untuk membersihkan rongga mulut dengan kasa lembut yang lilitkan pada pada jari dan dilakukan setelah anak mengonsumsi susu.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved