Breaking News:

Singapura Kembangkan Alat Tes Kekebalan terhadap Covid-19, Hanya Perlu Waktu 10 Menit

Alat tes ini cukup cepat jika dibandingkan pengujian kekebalan konvensional di laboratorium

Freepik.com
Ilustrasi kekebalan terhadap Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Tim ilmuwan di Singapura telah mengembangkan alat tes darah yang dapat mengetahui apakah seseorang memiliki kekebalan terhadap Covid-19 atau tidak.

Alat ini diklaim bisa mendeteksi imunitas dalam 10 menit dengan akurasi hingga 93 persen.

Kit ini dikembangkan oleh tim dari Singapore-MIT Alliance for Research and Technology (SMART) dan Nanyang Technological University (NTU).

SMART adalah perusahaan riset Institut Teknologi Massachusetts di Singapura.

Dilansir TribunHealth.com dari Channel News Asia (CNA), berikut ini uraiannya.

Hanya butuh waktu 10 menit

Ilustrasi kasus Covid-19
Ilustrasi kasus Covid-19 (Pixabay.com)

Kit ini membutuhkan setetes darah dan dapat mendeteksi apakah seseorang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2 dalam 10 menit, kata SMART dan NTU dalam siaran pers bersama, Kamis (22/9/2022).

Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengujian laboratorium konvensional yang membutuhkan waktu hingga 24 hingga 72 jam.

Alat tes tersebut dapat “disesuaikan dengan mudah” untuk varian baru yang menjadi perhatian dan penyakit lain di masa depan, kata para ilmuwan.

Baca juga: China Ciptakan Masker yang Bisa Deteksi Covid-19 hingga Flu Burung dalam 10 Menit

Tes dapat dilakukan oleh seseorang tanpa pelatihan medis dan tidak memerlukan peralatan laboratorium khusus.

Ini akan membuka jalan untuk pengujian skala besar terhadap kelompok rentan dari populasi, seperti orang tua, kata rilis berita.

Cara kerja

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Alat tes mendeteksi kekebalan Covid-19 berdasarkan antibodi yang terdeteksi dalam sampel darah, kata para ilmuwan.

Hal ini berbeda dengan antigen rapid test kit yang mencari keberadaan protein virus yang dihasilkan selama infeksi Covid-19.

Berdasarkan antibodi yang terdeteksi dalam tes, ini dapat memberi tahu seseorang tentang seberapa besar potensi infeksi sebelum booster, dan kapan booster harus diambil.

Baca juga: Mulut Kering Terjadi pada 60 Persen Pasien Covid-19, Muncul Dua Hari sebelum Gejala Lainnya

“Ini membuka jalan bagi strategi vaksinasi yang dipersonalisasi, di mana orang hanya diberikan vaksinasi dan suntikan booster bila diperlukan, tergantung pada varian mereka dalam tingkat antibodi dan respons imun,” kata para peneliti.

Pengembangan lebih lanjut dari test kit sedang dilakukan untuk memenuhi persetujuan peraturan yang diperlukan dan standar manufaktur untuk penggunaan umum, kata SMART dan NTU.

Tim di SMART yang mengerjakan test kit telah mendirikan start-up bernama Thrixen, yang mengembangkan tes ini menjadi produk yang siap secara komersial.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved