Breaking News:

Mengenal 5 Jenis Pengobatan untuk Kanker Paru, Berikut Ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K),FISR

Kanker paru dapat dilakukan pengobatan dengan metode operasi hingga imunoterapi, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR.

freepik.com
ilustrasi pemeriksaan paru-paru, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR. 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR menyampaikan, sebelum berbicara mengenai pengobatan kanker paru, ada baiknya mengetahui stadium kanker tersebut.

Ketika pasien di vonis oleh dokter bahwa ia mengalami kanker paru, sebaiknya ditanyakan kanker paru tersebut masuk stadium berapa.

Pasalnya pengobatan dari kanker paru akan disesuaikan dengan stadium yang diderita oleh pasien tersebut.

Seperti kanker lainnya, kanker paru terdiri dari empat stadium.

Baca juga: Tak Hanya Perokok Aktif, menurut dr. Andreas Perokok Pasif Lebih Berisiko Mengalami Penyakit Paru

ilustrasi pengobatan kanker paru, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR.
ilustrasi pengobatan kanker paru, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR. (kompas.com)

Baca juga: Berbagai Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Paru-Paru, Kebiasaan Merokok hingga Paparan Zat Kimia

Menurut dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR, ketika pasien memasuki kanker paru stadium 1 dan 2, pengobatannya bisa melakukan operasi atau kemoterapi.

Namun kalau sudah memasuki stadium 3 dan 4, pengobatannya akan berbeda karena jika memasuki stadium 3 dan 4 artinya sudah mengalami penyebaran dari paru ke tempat lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru-paru, dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR. yang dilansir TribunHealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR memaparkan beberapa pengobatan yang dapat dilakukan oleh penderita kanker paru.

Baca juga: Kenali Tanda Paru Bermasalah Akibat Aktivitas Bekerja di Malam Hari, Simak dr. Wahyuningtyas Rahayu

ilustrasi konsultasi dengan dokter mengenai pengobatan pada kanker paru, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR.
ilustrasi konsultasi dengan dokter mengenai pengobatan pada kanker paru, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR. (health.grid.id)

Baca juga: Bukan Berjalan, Ini Cara Ukur Fungsi Paru Bekerja Optimal menurut Anjuran dr. Wahyuningtyas Sp.P

1. Operasi

dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR menuturkan, pengobatan kanker paru-paru dimulai dari operasi.

"Itu yang paling sering dilakukan. Jadi nanti diambil paru-parunya."

"Pada stadium 1, misalnya ada kanker paru-paru ukuran 5x5, diambil bukan tumornya bukan kankernya, tapi satu bagian dari paru-paru ukuran 5x5 tersebut."

2. Kemoterapi injeksi

Pengobatan yang kedua untuk kanker paru-paru adalah dengan kemoterapi injeksi.

Selain membatasi pertumbuhan kanker, kemoterapi adalah salah satu upaya untuk menghentikan penyebaran dari kanker, agar kanker tersebut tidak menyebar kemana-mana.

Kemoterapi injeksi akan dikerjakan selama enam kali pertemuan, selama 3 minggu sekali pasien akan melakukan kemoterapi.

dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR himbau pasien tak perlu khawatir mengenai efek samping kemoterapi, karena dokter akan memberikan obat kemoterapi.

Baca juga: Ragam Pencetus Sebabkan Pekerja Mudah Alami Penyakit Paru menurut dr. Wahyuningtyas Rahayu, Sp.P

Ilustrasi konsultasi kemoterapi dengan dokter, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR.
Ilustrasi konsultasi kemoterapi dengan dokter, berikut ulasan dr. Andreas Infianto, MM, Sp.P(K).,FISR. (Freepik.com)

Baca juga: Waspada, Dokter Sebut Kurun Waktu Seseorang Bisa Alami Penyakit Paru Akibat Bekerja di Malam Hari

3. Target terapi

Target terapi merupakan salah satu kemajuan dalam kanker.

Target terapi tidak membutuhkan kemoterapi, namun hanya minum obat saja setiap harinya.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved