Breaking News:

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) Tegaskan Jika Thalasemia adalah Penyakit Turunan

Menurut dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebelum menikah baiknya melakukan pemeriksaan thalasemia terlebih dahulu.

grid.id
ilustras sel darah penderita talasemia, begini penjelasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Thalasemia adalah penyakit di mana sel darah merah mudah pecah, normalnya sel darah merah pecah atau akan dihancurkan dalam waktu 120 hari setelah diproduksi.

Penderita thalasemia berbeda dengan orang normal, dimana sel darah merah penderita thalasemia dihancurkan dalam waktu kurang dari 120 hari setelah diproduksi.

"Mangkanya kalau kita biasa menjadi donor, itu kita baru bisa melakukan donor atau menjadi donor setelah 120 hari karena pemecahan sel darah merah," imbuhnya.

Pernyataan inin disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Pada penderita talasemia, efek yang terjadi akibat sel darah merah pecah kurang dari 120 hari, maka penderita akan mengalami atau mendapat transfusi darah seumur hidup.

Baca juga: Selain Penularannya Melalui Penggunaan Benda Bersamaan, Bagaimana Pencetus Awal Kutu Rambut?

ilustrasi seseorang yang mengalami talasemia, simak penuturan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
ilustrasi seseorang yang mengalami talasemia, simak penuturan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (freepik.com)

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bersin-bersin pada Malam Hari, Bisa Disebabkan Bulu Hewan Peliharaan

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menerangkan jika thalasemia merupakan penyakit turunan dan sulit disembuhkan.

Sehingga sepanjang hidup penderita harus berteman dengan thalasemia.

Bisa dikatakan jika talasemia merupakan kelainan pembentukan sel darah merah.

"Jadi pada kelainan darah itu ada banyak jenis, apakah pembentukannya yang terganggu atau tidak ada gangguan di pembentukan akan tetapi pemecahannya (sel darah merah) yang berlebihan," tutur dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Pada kondisi talasemia, yang bermasalah adalah tempat produksi sel darah merah.

Dalam hal ini, pabrik yang perlu diperhatikan adalah daerah sumsum tulang.

"Pada talasemia memang yang bermasalah adalah pabriknya," timpal dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Menurutnya, penyakit thalasemia bersifat turunan.

Ada juga kelainan darah dimana bukan sel darah yang bermasalah, akan tetapi bisa jadi sel darah yang lain baik trombosit atau faktor pembekuan darah.

Apabila dipengaruhi oleh faktor pembekuan darah, biasa disebut sebagai haemofilia.

"Jadi banyak jenis untuk kelainan darah, tetapi kelainan darah mana yang mengalami gangguan," sambung dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Pada penderita thalasemia, sel darah merahnya lah yang mengalami gangguan.

Baca juga: Tak Hanya Benjolan, Gejala Kanker Payudara Termasuk Puting Terbalik dan Keluarnya Cairan Selain ASI

Ilustrasi penyandang Talasemia, begini pemaparan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi penyandang Talasemia, begini pemaparan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (Freepik.com)

Baca juga: 4 Nutrisi Penting dalam Ikan Salmon, Termasuk Omega 3 yang Bermanfaat Turunkan Tekanan Darah

dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menegaskan jika penyebab pasti thalasemia adalah akibat turunan dimana genetik penderita mengalami masalah.

"Kalau di Indonesia, kita adalah kecenderungan membawa gen thalasemia," ucap dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K).

Maka dari itu Indonesia disebut sebagai blood thalassemia.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved