Breaking News:

Sederet Fakta Bersin Terus-menerus pada Ibu Hamil, Benarkah Tak Membahayakan Janin?

Bersin dapat terjadi lebih sering selama kehamilan, apakah kondisi ini tidak memengaruhi kondisi janin?

Pexels
Ilustrasi bersin-bersin saat hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa orang mungkin khawatir ketika mengalami bersin-bersin saat hamil.

Meskipun banyak orang lebih khawatir dari biasanya saat hamil, bersin selama kehamilan seharusnya tidak menimbulkan kecemasan.

Bersin dapat terjadi lebih sering selama kehamilan tetapi biasanya tidak berarti ada yang salah dengan bayi atau ibu.

Dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT), berikut ini sederet fakta bersin-bersin pada ibu hamil.

1. Penyebab

Bersin-bersin selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai penyebab berikut ini.

Rinitis kehamilan

Ilustrasi - rinitis selama kehamilan
Ilustrasi - rinitis selama kehamilan (Pexels)

Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh.

Perubahan ini dapat menyebabkan rinitis kehamilan, suatu kondisi yang mempengaruhi 39 persen wanita di beberapa titik selama kehamilan mereka.

Rinitis kehamilan sering menyebabkan hidung tersumbat ekstra.

Kemacetan ini dapat berlangsung selama 6 minggu atau lebih selama kehamilan dan dapat menyebabkan banyak gejala, termasuk peningkatan bersin.

Selama kehamilan, aliran darah ke selaput lendir meningkat dan hidung bisa penuh dengan selaput lendir.

Aliran darah ekstra menyebabkan saluran hidung membengkak, yang menyebabkan keluarnya cairan dan kemacetan ekstra.

Debit tambahan dan kemacetan dapat menyebabkan peningkatan bersin.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil saat Hamil? Berikut Ini 4 Tips yang Bisa Dicoba, Jangan Kurangi Asupan Cairan

Penyakit

Ilustrasi - Ibu hamil yang punya riwayat penyakit
Ilustrasi - Ibu hamil yang punya riwayat penyakit (Pexels)

Orang hamil memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan lebih mungkin terkena pilek, flu, atau penyakit menular lainnya.

Penyakit ini bisa berlangsung lebih lama dan lebih parah daripada seseorang yang tidak hamil.

Ketika seseorang tidak hamil, tubuh mereka biasanya bereaksi terhadap kuman dengan cepat.

Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh merespon lebih lambat dan lembut, karena tidak ingin salah mengira bayi sebagai sesuatu yang berbahaya.

Pilek biasanya tidak berbahaya selama kehamilan, tetapi flu atau penyakit lain yang menyebabkan demam bisa berbahaya bagi ibu dan bayi.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved