Breaking News:

Istirahat Cukup hingga Perbanyak Minum Dapat Atasi Hidung Meler, Segera ke Dokter jika Tak Membaik

Pengobatan hidung meler dapat dilakukan dengan perawatan mandiri atau dengan minum obat yang dijual bebas

lifestylekompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami hidung berair 

TRIBUNHEALTH.COM - Hidung meler dan berair merupakan kondisi umum yang bisa dialami oleh siapa saja.

Gejala ini biasanya berkembang karena sesuatu yang mengiritasi atau meradang jaringan hidung seseorang.

Setelah penyebabnya diketahui, biasanya mudah untuk mengobati hidung berair.

Pengobatan dilakukan dengan perawatan mandiri atau dengan minum obat yang dijual bebas.

Pada dasarnya pengobatan hidung meler tergantung pada penyebab yang mendasarinya, sebagaimana dilansir Medical News Today (MNT).

Namun, begitu seseorang telah menentukan penyebabnya, biasanya ada langkah-langkah langsung yang dapat mereka ambil.

Misalnya saja mereka bisa beristirahat, tetap terhidrasi, atau minum antihistamin, untuk membuat hidung mereka berhenti mengalir.

Kapan harus ke dokter?

Konsultasi dokter
Konsultasi dokter (freepik)

Jika seseorang telah menyingkirkan penyebab yang mendasari hidung meler tetapi hidungnya masih berair, mereka harus berbicara dengan dokter.

Hidung meler dapat dicegah dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya atau minum obat untuk mengurangi gejalanya.

Penyebab

Hidung meler sebenarnya merupakan cara tubuh menyingkirkan kuman yang mungkin mengiritasi.

Hidung menghasilkan lendir bening, yang bisa berubah menjadi kuning atau hijau setelah beberapa hari.

Dilansir TribunHealth.com dari MNT, berikut ini sederet penyebab hidung meler.

Baca juga: Sederet Penyebab Hidung Tersumbat saat Bangun Tidur, Mulai dari Alergi hingga Efek Samping Obat

Alergi

Ilustrasi - reaksi alergi
Ilustrasi - reaksi alergi (Pexels)

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), alergi terjadi karena sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi terhadap zat tertentu, atau alergen.

Beberapa alergen yang umum termasuk serbuk sari, bulu binatang, dan debu.

Reaksi ini dapat menyebabkan beberapa gejala berkembang, termasuk pilek, bersin, mata gatal, tenggorokan gatal, atau batuk.

Baca juga: 3 Mitos Seputar Suplemen Vitamin, Benarkah Vitamin C Bisa Cegah Pilek?

Pilek

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), banyak virus dapat menyebabkan flu biasa, meskipun yang paling umum adalah rhinovirus.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved