Breaking News:

Tetap Waspada, Menggunakan Kawat Gigi yang Dijual Bebas Tingkatkan Risiko Gigi Goyang dan Keropos

Menurut drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes penggunaan behel yang di jual bebas di online shop bisa menyebabkan peradangan gusi dan timbulkan rasa sakit.

pixabay.com
ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi yang dijual bebas di online shop, begini dampaknya menurut drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes 

TRIBUNHEALTH.COM - Penggunaan kawat gigi atau behel sebenarnya untuk tujuan kesehatan dan mengembalikan fungsi gigi seperti berbicara dan mengunyah makanan.

Namun saat ini seringkali dijumpai orang yang menggunakan behel atau kawat gigi hanya sekadar untuk fashion dan gaya saja.

Sehingga tak jarang mereka membeli kawat gigi sendiri yang dijual bebas di online shop.

"Jadi kalau kita lihat iklan ya, yang bisa kita search di berbagai marketplace kadang-kadang saya juga ingin ketawa sendiri ya," tutur Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

Baca juga: Apakah Nyeri Haid Normal Terjadi? Begini Penuturan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunjabar video program Tribun Health edisi 27 Juli 2022.

ilustrasi penggunaan kawat gigi yang dijual bebas di pasaran, simak penuturan drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes
ilustrasi penggunaan kawat gigi yang dijual bebas di pasaran, simak penuturan drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes (freepik.com)

Baca juga: Memahami Inner Child, Sisi Anak-anak di dalam Kepribadian, menurut Diah Mahmudah, S.Psi

"Yang pasti pertama dengan alat itu tidak akan ada perubahan apa-apa. Jadi gigi geliginya tidak akan menjadi rapi dengan sendirinya," kata Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

"Karena kalau perawatan ortodonti yang sesungguhnya, yang dilakukan oleh dokter gigi itu dia perlu kontrol yang rutin. Paling tidak sebulan sekali atau dua pekan sekali diaktifkan oleh dokter gigi itu diaktifkan," timpalnya.

"Giginya akan didorong seberapa ml, diputar berapa derajat, ditarik berapa ml itu ada teori, ada rumus-rumusnya dan rencana perawatannya," tegas Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

"Kalau yang di market place itu dia hanya sebatas sesuatu yang ditempelkan ke dalam gigi saja atau dipasangkan ke gigi-gigi yang ada yang tidak akan pengaruh apa-apa," lanjutnya.

Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes menerangkan jika pengaruh pertama yang bisa terjadi adalah makanan pasti akan menumpuk dan bisa menjadi sarang bakteri.

Baca juga: drg. Ivanna Belopandung Sampaikan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

ilustrasi penggunaan kawat gigi yang dijual bebas di marketplace, begini kata drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes
ilustrasi penggunaan kawat gigi yang dijual bebas di marketplace, begini kata drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes (pixabay.com)

Baca juga: Orangtua Jadi Pelaku Penyimpangan Seksual, Bisakah Menurun pada Anak? Ini Kata Medical Sexologist

Secara otomatis dengan bakteri-bakteri yang menempel di gigi maka gigi akan menjadi mudah rusak dan keropos.

Selain itu, gigi juga akan mudah mengalami kegoyangan karena terjadi peradangan-peradangan pada jaringan gigi.

"Dengan adanya bakteri biasanya terjadi peradangan gusi," pungkas Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

Kondisi ini bisa menyebabkan gusi menjadi bengkak, mudah berdarah, dan kemudian gigi menjadi goyang.

Tentu saja hal ini akan menimbulkan rasa sakit.

Baca juga: Dokter Sebut Pasca Operasi Bedah Rahang Pasien Akan Dipasangkan Alat untuk Memperkuat Posisi Gigi

ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi yang hanya untuk tujuan fashion, simak pemaparan drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes
ilustrasi seseorang yang menggunakan kawat gigi yang hanya untuk tujuan fashion, simak pemaparan drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes (suar.grid.id)

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Hidung Mampet, Hirup Uap Air Hangat hingga Manfaatkan Minyak Kayu Putih

"Nah itu yang jangan sampai terjadi. Jadi janganlah tergiur dengan iklan-iklan di market place atau di media sosial. Yang seolah-olah akan membuat kita semakin trendy, semakin fashionable padahal itu akan merugikan kesehatan kita sendiri," jelas Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

Baca juga: Apakah Tindakan Penyimpangan Seksual Bisa Menular? dr. Binsar Martin Sinaga FIAS Menjawab

Penjelasan Dokter Gigi, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunjabar video program Tribun Health edisi 27 Juli 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved