Breaking News:

drg. Anastasia Ririen Sampaikan Saran untuk Orangtua Agar Anak Mau Diajak ke Dokter Gigi

Seringkali kita menjumpai anak yang merasa takut ketika datang ke dokter gigi. Tanpa disadari peran keluarga ikut berperan dalam trauma anak.

freepik.com
ilustrasi anak yang sedang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada beberapa anak merasa trauma ke dokter gigi bisa dikarenakan tindakan yang terlihat menakutkan bagi mereka.

Umumnya anak yang berusia 3 tahun sudah bisa diajak berkomunikasi.

drg. Anastasia menyampaikan tips yakni :

- Pilih dokter gigi yang tepat

- Orangtua datang terlebih dahulu dan berkomunikasi dengan dokter

Dari situlah dokter bisa melihat atau menentukan etiologisnya.

Setelah diketahui etiologisnya, dokter akan memberikan saran-saran bagi orangtua untuk bisa dilakukan dirumah.

Salah satu cara pada anak usia 3 tahun yang merupakan usia bermain, orangtua perlu mengajak anak-anak bermain yang menyenangkan.

ilustrasi anak yang sedang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi
ilustrasi anak yang sedang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi (freepik.com)

Baca juga: Pentingnya Peran Orangtua dan Keluarga pada Trauma Anak Terhadap Dokter Gigi

Dalam bermain tersebut, pura-puranya anak menjadi dokter dan dilain hari ibu yang berperan menjadi dokter dan di lain hari lagi ayah yang berperan menjadi dokter.

Anak berperan menajdi pasien dan ibu menjadi asisten.

Di dalam permainan tersebut disarankan untuk berganti-ganti peran, sebelum nanti akhirnya ke dokter.

Sekarang banyak permainan yang bisa didownload untuk anak-anak, yakni permainan-permainan edukasi terkait dokter gigi yang menyenangkan.

Sangat disarankan untuk tidak memberikan kepada anak jika orangtua belum merasa yakin dan bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, apakah tepat atau tidak untuk anak.

Permainan dan game yang menarik bisa menjadi salah satu cara untuk menemani dan menyiapkan anak agar berani datang ke dokter gigi.

Sebelum anak diajak ke dokter gigi, maka orangtua harus memberi tahu terlebih dahulu dokternya dengan cara menunjukkan foto atau melakukan videocal dengan dokter agar mengenal terlebih dahulu.

Baca juga: Beberapa Orangtua Menakuti Anak Jika Tidak Sikat Gigi akan Bertemu Dokter, Ini Kata drg. Anastasia

drg. Anastasia menyampaikan bahwa beliau banyka menjumpai pasien trauma dan jangan pernah memaksakan kehendak pada anak untuk segera datang ke dokter gigi kecuali kondisi emeregency atau darurat.

Apabila yang dialami bukan kasus emeregency, drg. Anastasia menyarankan orangtua untuk menghargai anak.

Orangtua harus sabar menunggu hingga anak berani dan berkehendak sendiri untuk datang ke dpkter gigi.

Setelah anak berani datang ke dokter, yang bisa dilakukan pertama adalah pengenalan.

Biasanya dokter akan beromunikasi dengan anak, hingga anak berani dan mau menceritakan kondisi kesehatan mulutnya yang sedang butuh dirawat.

Dari step tersebut, maka tindakan perawatan bisa mulai dilakukan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved