Breaking News:

Memiliki Makna yang Berbeda, dr. Karina Ansheila, M.Kes Paparkan Perbedaan dari ODGJ dan ODGM

Berikut simak penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes mengenai perbedaan dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan orang dengan gangguan mental (ODGM).

tribunnews.com
Ilustrasi wanita memiliki gangguan kesehatan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM - Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan dimana seorang individu memiliki kondisi batin yang tentram dan tenang.

Seseorang dengan kesehatan jiwa yang baik dapat menanggulangi tekanan hidup normnal, bekerja secara produktif, serta mampu berkontribusi di lingkungan sekitar.

Namun tidak semua orang memiliki kesehatan jiwa yang baik, beberapa orang mengalami gangguan pada kesehatan jiwa yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Lantas apa perbedaan dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Orang Dengan Gangguan Mental (ODGM)?

Baca juga: Tidak Sama, Ini Beda Gangguan Mental dan Kepribadian Menurut dr. Yanne Cholida, ACp, CHt, CI, CET

Ilustrasi seseorang dengan gangguan kejiwaan, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi seseorang dengan gangguan kejiwaan, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (kompas.com)

Baca juga: dr. Zulfa Oktanida Syarif Mengatakan Jika Gangguan Mental Memang Ada Meskipun Tidak Terlihat

Dilansir TribunHealth.com, dr. Karina Ansheila, M.Kes memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Manado Official.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

dr. Karina Ansheila, M.Kes menuturkan, menurut UU Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 menyatakan, terdapat yang namanya ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa dan juga orang dengan masalah kejiwaan.

Ia menjelaskan, tahap awal dari gangguan jiwa dimulai dari seseorang yang mengalami masalah kejiwaan yang kemudian kondisi ini berakhir menjadi ODGJ.

Menurut dr. Karina Ansheila, M.Kes, orang dengan gangguan jiwa bisanya sudah memiliki gejala yang khas.

Baca juga: Benarkah Kekurangan Nutrisi Bisa Sebabkan Anak Alami Gangguan Mental? Begini Kata Adib Setiawan

Ilustrasi seseorang dengan gangguan kejiwaan, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi seseorang dengan gangguan kejiwaan, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (health.kompas.com)

Baca juga: Depresi Berisiko Alami Gangguan Mental Lain, Kenali Tanda-tandanya dari dr. Hary Purwono, Sp. KJ.

Akan tetapi gejala yang sering tidak disadari atau tidak terlihat secara kasat mata adalah seseorang yang mengalami masalah kejiwaan.

Seseorang yang mengalami masalah kejiwaan tersebut biasanya ditemui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya seseorang yang sedang stres, depresi, sedih, atau merasa tertekan.

Dengan perasaan seperti itu, jika terjadi secara terus-menerus dan tidak ditangani dapat berisiko mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Begini Tips Agar Korban Body Shaming Tidak Mengalami Depresi Hingga Gangguan Mental Menurut Psikolog

dr. Karina Ansheila, M.Kes menyampaikan, jika sudah didiagnosis sebagai gangguan jiwa, artinya orang tersebut sudah bermanifestasi dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai manusia yang utuh karena kondisinya sudah berbeda dengan orang pada umumnya.

"Jadi perilakunya sudah tidak normal lagi."

"Biasanya orang yang mengalami gangguan jiwa itu ditandai dengan sering berteriak-teriak di jalan, buka baju di jalan, atau perilaku tidak normal lainnya."

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Ungkap Lama Durasi Terapi untuk Menangani Masalah Gangguan Mental

Ilustrasi wanita memiliki gangguan kesehatan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi wanita memiliki gangguan kesehatan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (kompas.com)

Baca juga: Benarkah Sering Alami Perubahan Emosi adalah Ciri Gangguan Mental? Begini Kata Adib Setiawan, S.Psi.

Orang Dengan Gangguan Mental (ODGM)

dr. Karina Ansheila, M.Kes menjelaskan, seseorang dengan gangguan mental adalah orang yang awalnya berada di fase kesedihan atau sedang berduka.

Kemudian kondisi tersebut tidak kunjung mereda yang akhirnya membuat penderitanya sudah tidur, sedih berkepanjangan, kehilangan semangat, hingga tidak produktif.

Apabila orang tersebut tidak dapat mengontrol hal-hal tersebut, kondisi ini akhirnya akan bermanifestasi dalam perilaku yang terlihat tidak normal.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved