Breaking News:

Tak Hanya Makanan Manis, Penderita Diabetes Juga Perlu Batasi Makanan Asin dan Sederet Hal Ini

Beberapa makanan yang mungkin perlu dibatasi penderita diabetes meliputi makanan tinggi GI, tinggi karbohidrat, hingga makanan asin

Pexels
Penderita diabetes perlu membatasi makanan asin seperti kentang goreng 

TRIBUNHEALTH.COM - Keseimbangan dalam mengonsumsi makanan penting untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Pasalnya beberapa makanan dapat dengan mudah meningkatkan kadar gula darah.

Hal ini tentu berisiko bagi orang yang memiliki diabetes.

Beberapa makanan yang mungkin perlu dibatasi meliputi makanan tinggi GI, tinggi karbohidrat, hingga makanan asin.

Dilansir Tribunhealth.com dari Medical News Today (MNT) pada Senin (9/5/2022), berikut ini uraiannya.

Makanan tinggi GI

ilustrasi nasi putih
ilustrasi nasi putih (health.kompas.com)

Satu yang perlu diperhatikan adalah Glycemic Index (GI).

Makanan dengan GI tinggi lebih meningkatkan gula darah, dibanding makanan GI rendah.

Saat memilih makanan GI tinggi, batasi porsinya dan pasangkan dengan sumber protein atau lemak sehat untuk mengurangi dampak gula darah.

Langkah ini juga bisa membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

Baca juga: Mengganti Nasi Putih dengan Karbohidrat Lain Membuat Tubuh Lemas? Begini Ulasan Ahli Gizi

2 dari 4 halaman

Makanan tinggi pada skala GI meliputi:

  • roti putih
  • nasi putih
  • pasta putih
  • kentang putih
  • labu
  • jagung meletus
  • melon
  • nanas

Makanan yang mengandung karbohidrat

ilustrasi tipe kencing manis atau diabetes
ilustrasi tipe kencing manis atau diabetes (pontianak.tribunnews.com)

Karbohidrat adalah bagian penting dari semua makanan.

Namun, penderita diabetes mendapat manfaat dari membatasi asupan karbohidrat mereka dalam diet seimbang atau memasangkan karbohidrat dengan protein atau sumber lemak yang sehat.

Baca juga: 5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes, Mulai dari Sayuran Berdaun Hijau hingga Jeruk

Buah GI tinggi

Sebagian besar buah memiliki skala GI yang rendah, meskipun melon dan nanas memiliki peringkat tinggi.

Ini berarti bahwa mereka dapat meningkatkan glukosa darah lebih cepat dan lebih tinggi daripada buah-buahan lainnya.

Lemak jenuh dan lemak trans

Ilustrasi beberapa makanan yang mengandung lemak trans
Ilustrasi beberapa makanan yang mengandung lemak trans (aceh.tribunnews.com)

Lemak tidak sehat, seperti lemak jenuh dan lemak trans, dapat membuat penderita diabetes merasa lebih buruk.

Banyak makanan yang digoreng dan diproses, termasuk kentang goreng, keripik, dan makanan yang dipanggang, mengandung jenis lemak ini.

Baca juga: 5 Makanan Yang Bisa Memperburuk Radang Sendi, Termasuk Lemak Trans dalam Produk Fast Food

3 dari 4 halaman

Gula halus

Penderita diabetes harus membatasi atau menghindari sumber gula rafinasi, seperti permen, kue, dan biskuit yang dibeli di toko atau buatan sendiri.

American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 24 g, atau 6 sendok teh (sdt), gula tambahan per hari untuk wanita, dan 36 g, atau 9 sdt, untuk pria.

Ini tidak termasuk gula alami dari makanan seperti buah atau susu (tanpa tambahan pemanis).

Ilustrasi gula rafinasi tak boleh dikonsumsi terlalu banyak oleh penderita diabetes
Ilustrasi gula rafinasi tak boleh dikonsumsi terlalu banyak oleh penderita diabetes (Pixabay)

Minuman manis

Minuman yang mengandung banyak gula, seperti minuman berenergi, kopi, dan shake, dapat mengganggu kadar insulin seseorang sehingga menyebabkan ketidakseimbangan.

Makanan asin

Makanan yang tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah.

Garam mungkin muncul sebagai "natrium" pada label makanan.

ADA merekomendasikan untuk membatasi asupan natrium hingga di bawah 2.300 miligram per hari, terlepas dari status diabetes seseorang.

Baca juga: Orang dengan Hipertensi Perlu Batasi Konsumsi Garam hingga Kafein

ilustrasi makanan yang mengandung tinggi garam
ilustrasi makanan yang mengandung tinggi garam (sajiansedap.grid.id)
4 dari 4 halaman

Alkohol

Minum alkohol dalam jumlah sedang seharusnya tidak membawa risiko serius bagi penderita diabetes dan tidak boleh mempengaruhi kontrol glukosa jangka panjang.

Orang yang menggunakan insulin atau terapi insulin secretagogue mungkin memiliki risiko hipoglikemia yang lebih tinggi terkait dengan konsumsi alkohol.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan bahwa wanita yang minum alkohol membatasi hingga satu minuman per hari dan pria membatasi hingga dua minuman per hari - terlepas dari status diabetes seseorang.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved