Breaking News:

Apakah Boleh Menggunakan Bedak Gatal atau Bedak Dingin untuk Atasi Alergi Kulit? Begini Kata Dokter

Menurut dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK bedak yang biasanya digunakan untuk mengatasi alergi kulit adalah bedak salicyl 2%, begini penjelasannya.

pixabay.com
Ilustrasi mentaburi bedak gatal ketika alami alergi kulit, begini penuturan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK 

TRIBUNHEALTH.COM – Rasa gatal pada kulit merupakan respon kulit yang bisa terjadi karena beberapa penyebab, bisa karena ada reaksi alergi, bisa karena infeksi kulit, iritasi kulit, paparan benda asing, adanya luka di mana gatal bisa merupakan reaksi nyeri yang paling rendah, peradangan kulit dan lain sebagainya.

Pasalnya untuk mengatasi rasa gatal akibat alergi kulit bisa dilakukan penanganan untuk mengatasi gejala yang timbul dan mengatasi penyebabnya.

Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan bedak gatal untuk mengatasi rasa gatal yang dialami.

Untuk membahas mengenai alergi kulit, kita bisa bertanya langsung dengan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK.

dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin yang lahir di Solo, 11 November 1980.

Sejak lahir hingga sekarang dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK tinggal di Solo.

Baca juga: dr. Lusiyanti M.Med., Sp.KK Paparkan Aturan Porsi Makan untuk Mendapatkan Kulit Sehat

Ilustrasi menggunakan bedak gatal
Ilustrasi menggunakan bedak gatal, simak ulasan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK (pixabay.com)

Baca juga: Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D Sebut Uji Klinis Vaksin Nusantara Telah Rampung

Ia memulai pendidikan kedokterannya sejak tahun 2001 hingga 2007 di Universitas Sebelas Maret.

Tak berselang lama, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK melanjutkan program Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Padjadjaran Bandung.

Program pendidikannya ini ditempuh sejak tahun 2010 hingga tahun 2015.

Sejak tahun 2015 ia menjadi staff pendidik KSM Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

2 dari 4 halaman

dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK juga menjadi dokter di RSUD Dr. Moewardi sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Selain itu, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK juga berpraktik di RS UNS Surakarta.

Ia menjadi staff dokter RS UNS  Poliklinik Kulit dan Kelamin.

Baca juga: Apa Saja Penyebab dari Abses Hati? Ini Penjelasan dr. M. Singgih Nugraha, Sp.B

Profil dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK
Profil dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK (Dok. Pribadi dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK)

Baca juga: Berikut Ini Makanan yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan Gusi, Konsumsi Buah Punya Manfaat Tersendiri

Tak hanya itu saja, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK juga menjadi staff dokter di MM Clinic Skin Center Aesthetic.

dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK akan menjawab pertanyaan Tribunners mengenai kesehatan dan perawatan kecantikan sebagai berikut ini.

Pertanyaan:

Saya sering menjumpai orang-orang yang mengalami alergi pada kulitnya dan mentaburi bedak dingin maupun bedak gatal.

Dari sisi medis apakah hal ini sebenarnya diperbolehkan dok?

Ivita, Tinggal di Surabaya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK menjawab:

3 dari 4 halaman

Kalau misalnya untuk mengurangi rasa gatal dan apabila lesinya cumin gatal saja, tidak ada lesi yang basah atau lecet itu sebenarnya tidak apa-apa dikasih bedak.

Biasanya bedak yang kita pakai adalah bedak salicyl 2 persen.

Nah itu dia juga mengurangi rasa gatal itu.

Baca juga: Makanan Pedas dan Berlemak Tak Boleh Dikonsumsi Berlebih demi Kesehatan Pencernaan

Ilustrasi bedak dingin atau bedak gatal
Ilustrasi bedak dingin atau bedak gatal, begini pemaparan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK (pixabay.com)

Baca juga: 5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes, Mulai dari Sayuran Berdaun Hijau hingga Jeruk

Tapi juga hati-hati dengan pengolesan atau pemberian obat-obatan seperti itu, kadang-kadang memang kurang tepat sasaran.

Nanti bedaknya atau minyak tawon ataupun minyak kayu putih, minyak kampak atau apalah itu jadi kadang-kadang justru tidak tepat.

Kalau misalnya mau menggunakan bedak dan yang dialami hanya gatal, tidak ada lesi terbuka, lesi lecet atau basah maka boleh menggunakan bedak dan bedak yang digunakan biasanya bedak salicyl 2 persen.

Tapi kalau misalnya luka basah dan lain sebagainya, sebaiknya tidak menggunakan bedak.

Biasanya kita akan melakukan kompres, dibersihkan basah-basah atau cairannya maupun bekas-bekas salepnya yang sudah mengering kita bersihkan dan biasanya kita oleskan salep.

Bukan hanya salep, tapi obat oles atau krim juga bisa.

Baca juga: Ahli Paparkan Gejala Khas Covid-19 Varian Omicron BA.5, Bikin Berkeringat saat Malam Hari

(Tribunhealth.com/DN)

4 dari 4 halaman

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comAlergi kulitBedak gataldr. Ammarilis Murastami Sp.KK Alap-alap Capung
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved