Breaking News:

Prof. Wiku Adisasmito Tegaskan Jika Covid-19 Masih Ada dan Masih Menjadi Ancaman di Dunia

Menurut Prof. Wiku Adisasmito, saat ini setidaknya terdapat 3 negara yang tengah mengalami lonjakan kasus, yaitu Jepang, Amerika Serikat dan India.

Pixabay.com
Ilustrasi kasus Covid-19 alami peningkatan, begini penjelasan Prof. Wiku Adisasmito 

TRIBUNHEALTH.COM - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya yang sedang mengalami kenaikan kasus.

Jika dilihat secara global, ternyata saat ini setidaknya terdapat 3 negara yang tengah mengalami lonjakan kasus, yaitu Jepang, Amerika Serikat dan India.

Jepang mengalami kenaikan dengan total kasus positif mingguan per 21 Agustus 2022 adalah sebesar 1,53 juta penambahan kasus dalam 1 minggu.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 26 Agustus 2022.

Kemudian Amerika Serikat juga mengalami kelonjakan sebesar 598.108 kasus per minggu dan India sebesar 80.579 kasus per minggu.

Baca juga: dr. B. Neni Mulyanti, Sp.PD,FINASIM Menegaskan Jika Demensia Tidak Bisa Sembuh, Berikut Penuturannya

Ilustrasi kasus Covid-19 mengalami peningkatan, simak pemaparan Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi kasus Covid-19 mengalami peningkatan, simak pemaparan Prof. Wiku Adisasmito (Pixabay.com)

Baca juga: Benarkah Jika Faktor Genetik adalah Salah Satu Faktor Risiko Demensia? Begini Kata dr. B. Neni

Menurut Prof. Wiku Adisasmito, terdapat beberapa penyebab yang teridentifikasi dari kenaikan kasus dari ketiga negara tersebut.

Di Jepang, kenaikan terjadi akibat dominasi varian BA.5 pada kasus positif disana.

Protokol kesehatan di Jepang dapat dikatakan tidak selonggar negara lainnya dimana melepas masker di tempat umum diperbolehkan asalkan jaga jarak aman antar 1 orang dengan orang lainnya minimal 2 meter.

Jika tidak bisa menjaga jarak, maka masker harus tetap digunakan.

Di Amerika Serikat kenaikan juga terjadi akibat adanya varian BA.4.6 yang mendominasi kasus baru disana dan ditambah juga sejak lama Amerika Serikat sudah melonggarkan pelaksanaan protokol kesehatan termasuk memakai masker dan menjaga jarak.

Sehingga penularan lebih cepat meluas di tengah masyarakat.

Baca juga: dr. Indra Wijaya Tak Sarankan Konsumsi Obat Warung untuk Atasi Kolesterol Tinggi, Berikut Alasannya

Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, simak penjelasan Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, simak penjelasan Prof. Wiku Adisasmito (health.grid.id)

Baca juga: Milia Tak Hanya Dijumpai pada Kaum Wanita Saja, dr. Reshati Sebut Milia Bisa Terjadi pada Pria

Prof. Wiku Adisasmito menerangkan jika di India kenaikan juga terjadi akibat adanya varian BA.2.75 yang didorong juga dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah dilonggarkan ditandai dengan sudah tidak wajibnya memakai masker di tempat umum.

Dengan adanya kenaikan kasus ini, pemerintah India segera menerapkan kembali kewajiban memakai masker di tempat umum dengan penerapan sanksi apabila tidak mematuhinya.

Jika dibandingkan dengan ketiga negara tersebut, Indonesia masih jauh lebih rendah kasus mingguannya, yaitu dengan jumlah kasus 32.783 kasus dalam 1 minggu.

Namun ini artinya Indonesia juga perlu waspada karena meningkatnya kasus di negara lain penting menjadi pengingat bahwa Covid-19 masih ada dan masih menjadi ancaman di dunia.

Baca juga: Alergi Kulit Bisa Menyebabkan Komplikasi Ringan hingga Kematian, Begini Kata dr. Ammarilis Murastami

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, simak ulasan Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, simak ulasan Prof. Wiku Adisasmito (tribunnews.com)

Baca juga: Apakah Gigi Impaksi yang Tak Segera Diatasi Bisa Sebabkan Rahang Tak Normal? Begini Kata Dokter Gigi

Penjelasan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 26 Agustus 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved