Breaking News:

Ketika Gigi Anak Sudah Goyang, Bolehkah Orangtua Mencabutnya? Ini Kata drg. Lina Nurdianty

Anak-anak di bawah usia 12 tahun tentunya masih memiliki gigi susu. Namun pada usia tersebut biasanya gigi susu mulai tanggal diganti gigi permanen.

freepik.com
ilustrasi orangtua berusaha mencabut gigi anak yang sudah goyang 

TRIBUNHEALTH.COM - Kita boleh melakukan cabut gigi kapan saja selama pencabutannya memang indikasi untuk pencabutan.

Selama tidak ada kontra indikasi boleh dilakukan pencabutan.

Tidak ada kelainan sistemik pada tubuh bisa dilakukan pencabutan.

Misalnya tidak ada kelainan pembekuan darah, dan tekanan darah yang normal.

Untuk pasien gula atau diabetes melitus bisa melakukan pencabutan gigi jika gula darahnya terkontrol.

drg. Lina Nurdianty menyampaikan, jika pencabutan pada gigi anak-anak sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter.

Biasanya kondisi daerah gigi depan yang mudah terlihat oleh orangtua.

ilustrasi orangtua berusaha mencabut gigi anak yang sudah goyang
ilustrasi orangtua berusaha mencabut gigi anak yang sudah goyang (freepik.com)

Baca juga: Mitos atau Fakta Cabut Gigi di Siang Hari Sebabkan Perdarahan? Begini Ulasan drg. Lina Nurdianty

Misalkan gigi goyang atau terasa sakit ketika makan.

Ketika anak mengalami kondisi tersebut sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sehingga dokter bisa mengetahui jika memang gigi anak sudah waktunya tanggal.

Misalkan gigi depan bagian rahang bawah goyang sebaiknya diperiksakan ke dokter, apakah benar kegoyangan tersebut disebabkan karena resorbsi akar gigi sulung.

Kegoyangan pada gigi anak bisa disebabkan karena resorbsi atau terkikis.

drg. Lina Nurdianty menyampaikan, kegoyangan gigi terdapat mobility 1-4.

Jika masih grade 1 makan kegoyangan sedikit, pada grade 2 kondisi gigi lebih goyang.

Baca juga: Benarkah Cabut Gigi Bisa Memengaruhi Daya Ingat? Begini Tanggapan drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.BM(K)

Apabila sudah grade 3 atau grade 4 dan kondisi gigi sudah goyang maka boleh dicabut oleh orangtua.

Atau ketika anak makan apel, gigi tersebut bisa lepas.

Tetapi memang dari kegoyangan, gigi sudah waktunya tanggal resorbsi fisiologis atau dari sundulan gigi dewasa.

Misalkan kegoyangan gigi belakang karena fraktur atau pecah padahal belum waktunya gigi susu digantikan oleh gigi dewasa.

Goyangnya gigi tersebut bukan karena resorbsi fisiologis, tetapi karena adanya fraktur.

Ketika lubang gigi sudah besar, maka mahkota gigi akan pecah sehingga orangtua mengira gigi sudah goyang padahal belum waktunya.

drg. Lina Nurdianty menyampaikan, ketika gigi anak mulai goyang sebaiknya diperiksakan terlebih dahulu ke dokter gigi.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jabar bersama dengan drg. Lina Nurdianty. Seorang dokter gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved