Breaking News:

6 Manfaat Travelling untuk Kesehatan Mental, Bisa Memicu Perasaan Tenang dan Bahagia

Meluangkan waktu dari pekerjaan untuk melihat tempat-tempat baru melepaskan stres yang selama ini tertahan

Pexels
Ilustrasi - Traveling bisa memicu rasa bahagia dan tenang 

TRIBUNHEALTH.COM - Travelling merupakan salahs atu kebiasaan dan hobi yang mungkin menjadi favorit banyak orang.

Tak salah jika Anda memiliki hobi travelling.

Pasalnya kebiasaan ini memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan mental, misalnya membantu seseorang lebih bahagia, mencegah depresi, hingga menunjang kreativitas.

Selain itu, jalan-jalan juga dapat menciptakan ketenangan dan menguatkan mental secara umum.

Dilansir TribunHealth.com dari Everyday Health, berikut ini sederet manfaat travelling.

1. Bikin bahagia

Orang yang travelling secara teratur melaporkan sekitar 7 persen lebih bahagia, daripada mereka yang jarang bepergian atau tidak sama sekali, menurut penelitian pada populasi Taiwan yang diterbitkan pada Januari 2021 di jurnal Tourism Analysis.

Travelling dalam jurnal tersebut didefinisikan sebagai perjalanan yang setidaknya 75 mil jauhnya dari rumah.

Hasil penelitian yang menghubungkan traveling dan kebahagiaan tak hanya satu.

Ilustrasi jalan-jalan atau travelling bisa bikin lebih kreatif
Ilustrasi jalan-jalan atau travelling bisa bikin lebih kreatif (Pexels)

Bahkan sebelum pandemi, para peneliti telah mengidentifikasi hubungan antara perjalanan dan kebahagiaan.

2 dari 4 halaman

Mereka melacak lokasi 132 orang dewasa selama beberapa bulan.

Hasilnya, yang diterbitkan pada Mei 2020 di Nature Neuroscience.

Penelitian itu menunjukkan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu di berbagai tempat melaporkan lebih banyak emosi positif daripada mereka yang tidak banyak bepergian.

Baca juga: Travelling Bagus untuk Kesehatan Mental, Dapat Menumbuhkan Perasaan Bahagia

Sekitar setengah dari subjek juga menjalani pemindaian MRI menjelang akhir penelitian.

Pemindaian menunjukkan hubungan yang kuat antara kunjungan ke berbagai tempat dan aktivitas di hippocampus dan striatum, dua bagian otak yang memproses hal baru dan reward.

Hasil dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa konsumen mengalami lebih banyak perasaan positif ketika mereka menghabiskan uang untuk pengalaman dari pada sesuatu yang bisa dimiliki.

2. Meningkatkan kreativitas

ILUSTRASI - Jalan-jalan, liburan, atau travelling bisa kurangi stres dan depresi
ILUSTRASI - Jalan-jalan, liburan, atau travelling bisa kurangi stres dan depresi (Pexels)

Sebuah studi Galinsky cowrote, yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin, menemukan bahwa tinggal di luar negeri dapat memfasilitasi proses yang disebut pembelajaran multikultural.

Kemampuan belajar multikultural memungkinkan seseorang memecahkan masalah dengan cara baru, meningkatkan kesadaran akan lingkungan, dan mengurangi kekakuan

Para peneliti menemukan, ketiganya dapaat berkontribusi pada kreativitas.

3 dari 4 halaman

Pengalaman baru mungkin mendorong  seseorang untuk lebih kreatif, karena mungkin harus berpikir secara berbeda untuk menavigasi situasi baru, kata Saba Harouni Lurie, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi di Los Angeles.

Baca juga: Bersepeda di Ruang Terbuka Baik untuk Kesehatan Mental hingga Kardiovaskuler

“Kebaruan perjalanan, termasuk orang, budaya, adat istiadat, dan tempat, dapat memperluas perspektif pelancong, meningkatkan kepositifan, dan memungkinkan kreativitas."

"Perjalanan juga memberi kita jarak dari masalah atau situasi, yang kemudian dapat memberi kita kemungkinan perspektif baru.”

Penelitian terbaru mendukung pandangan ini.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology pada tahun 2021 menugaskan 274 pekerja untuk melaporkan sendiri kreativitas mereka sebelum dan sesudah liburan.

Para peneliti mencatat bahwa sementara pekerja melaporkan lebih sedikit kreativitas pada hari pertama kembali bekerja (saat mencoba menangani tugas yang menumpuk), mereka merasa secara keseluruhan lebih kreatif dua minggu setelah liburan saat menangani tugas baru.

3. Cegah depresi

Depresi bisa menyebabkan kelelahan terus menerus
Depresi bisa menyebabkan kelelahan terus menerus (Pexels)

Penelitian yang dipublikasikan di Wisconsin Medical Journal menemukan bahwa, dari 1.500 wanita, mereka yang berlibur lebih sering melaporkan lebih sedikit stres dan depresi.

Penelitian terbaru mendukung temuan ini, sebagaimana dilansir Everyday Health.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2019 di Scandinavian Journal of Work, Environment, and Health, para ahli mengamati hasil positif di antara sekelompok 3.380 pria dan wanita yang bekerja berusia 45 hingga 52 tahun.

Baca juga: Depresi dan Kecemasan Picu Kelalahan Berkepanjangan, Ini Bedanya dengan Lelah Biasa

4 dari 4 halaman

Mereka menemukan bahwa 10 hari tambahan cuti menurunkan kemungkinan depresi sebesar 29 persen untuk wanita Amerika, sementara tidak ditemukan hubungan pada pria.

“Perjalanan dapat membantu mengatasi depresi karena membuat orang keluar dari rutinitas kehidupan sehari-hari mereka,” kata Heidi McBain, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi di Flower Mound, Texas.

“Ini juga bisa menjadi pengingat yang bagus tentang kemanusiaan kita sendiri, dan melihat penderitaan orang lain di dunia secara keseluruhan dapat menjadi penghubung yang hebat dalam hal kasih sayang untuk diri sendiri dan orang lain.”

Manfaat lain dari Travelling

Senada, situs medis WebMD juga memberitakan bahwa bepergian ke tempat-tempat baru baik untuk semua orang.

Jika merasa stres di tempat kerja, liburan bisa menjadi solusi terbaik.

Dilansir WebMD, bepergian dapat meningkatkan kesehatan mental dengan:

4. Membantu merasa tenang

ILUSTRASI - Travelling punya dampak positif untuk kesehatan mental
ILUSTRASI - Travelling punya dampak positif untuk kesehatan mental (Pexels)

Meluangkan waktu dari pekerjaan untuk melihat tempat-tempat baru melepaskan stres yang selama ini tertahan.

Menghilangkan ketegangan dan stres kehidupan kerja membuat pikiran rileks.

Bepergian juga memberikan efek 'healing'.

Berada di bawah tekanan di tempat kerja tidak hanya membuat pikiran dan tubuh stres, tetapi juga mengganggu kesehatan fisik.

Baca juga: Istirahat Cukup hingga Aktif Secara Fisik dan Mental Dapat Redakan Mual pada Ibu Hamil

5. 'Mereset' hidup

Meluangkan waktu untuk bepergian secara teratur dapat berdampak lebih baik pada kesehatan mental.

Pergi ke berbagai tempat secara teratur dapat meningkatkan manfaat yang didapatkan dari liburan.

Beberapa orang dapat merasakan dampak positif dari liburan mereka hingga lima minggu setelah mereka kembali.

ILUSTRASI - Travelling punya dampak positif untuk kesehatan mental
ILUSTRASI - Travelling punya dampak positif untuk kesehatan mental (Pexels)

6. Meningkatkan kekuatan mental

Ketika mengalami stres kronis, ingatan dan kemampuan menetapkan tujuan seseorang akan terpengaruh secara negatif.

Meluangkan waktu untuk pergi ke suatu tempat dan meninggalkan pekerjaan dapat membantu seseorang merasa lebih produktif dan fokus ketika kembali.

Ini karena otak membutuhkan waktu untuk beristirahat.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved