Breaking News:

80% Pasien yang Lakukan Pengobatan dengan Metode dr. Ibnu Sina Mengalami Kesembuhan dan Perbaikan

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker serviks adalah dengan metode operasi dan metode dr. Ibnu Sina.

Freepik.com
ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika 

TRIBUNHEALTH.COM - Serviks atau leher rahim memiliki fungsi untuk memproduksi lendir yang membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim ketika berhubungan seksual.

Selain itu serviks juga berfungsi melindungi rahim dari bakteri dan benda asing dari luar.

Keluhan yang sering dialami pada organ ini adalah terjadinya kanker serviks.

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pasa sel-sel di leher rahim.

dr. G. Iranita Dyantika mengatakan jika pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan metode operasi dan metode dr. Ibnu Sina.

Baca juga: Kurang Menjaga Kesehatan Gigi Memicu Terbentuknya Karang Gigi, Gigi Berlubang hingga Gusi Berdarah

ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika
ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika (freepik.com)

Baca juga: Pengobatan Kanker Serviks dengan Metode dr. Ibnu Sina Tak Menggunakan Bantuan Radiasi

Sejauh ini pasien yang melakukan pengobatan dengan metode dr. Ibnu Sina sangat nyaman.

Pasien tidak mengeluhkan rasa khawatir.

Ini disebabkan karena pada metode dr. Ibnu Sina tidak menggunakan metode operasi maupun kemoterapi.

Berdasarkan penuturan dr. G. Iranita Dyantika terapi yang digunakan adalah memperbaiki pola hidup menjadi lebih baik dan obat yang dikonsumsi memanfaatkan sumber daya alam.

Psikis pasien yang melakukan pengobatan dengan metode dr. Ibnu Sina harus bagus.

2 dari 3 halaman

Pernyataan ini disampaikan oleh Praktisi Kesehatan, dr. G. Iranita Dyantika dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita.

Baca juga: Kemenkes Luncurkan BGSi, Sebut Bisa Deteksi dan Obati Penyakit Lebih Cepat

ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika
ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika (Pixabay)

Baca juga: Penyebab Kanker Rahim dan Serviks Sama, Begini Penjelasan dr. G. Iranita Dyantika

Psikis yang tidak bagus dan dukungan keluarga yang tidak baik akan membuat pengobatan menjadi lebih sulit.

Secara medis, efek samping yang dialami setiap pasien berbeda-beda.

Ambang nyeri atau rasa nyeri yang dirasakan setiap pasien berbeda.

dr. G. Iranita Dyantika mengatkan jika pasien yang tidak merasakan nyeri artinya memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Sementara pasien yang merasakan nyeri disebabkan karena adanya pemutusan sel kanker.

Otomatis saat melakukan pemisahan sel akan menimbulkan rasa nyeri.

Baca juga: 4 Fakta Bawang Putih, Digunakan sebagai Obat karena Sembuhkan Flu hingga Turunkan Tekanan Darah

ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika
ilustrasi dokter yang melakukan metode pengobatan ibnu sina, begini pemaparan dr. G. Iranita Dyantika (freepik.com)

Baca juga: dr. Feni Fitriani, Sp.P(K) Bagikan Tips Agar Terhindar dari Dampak Buruk Polusi Udara

Rasa nyeri dapat diobati dengan obat-obat anti nyeri yang diberikan oleh dokter.

Menurut dr. G. Iranita Dyantika, sekitar 80 persen pasien yang melakukan pengobatan menggunakan metode dr. Ibnu Sina mengalami kesembuhan dan perbaikan.

Sejauh ini pasien yang melakukan terapi dengan sistem rawat jalan.

3 dari 3 halaman

dr. G. Iranita Dyantika menambahkan jika pasien bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis manapun.

Kemudian setelah memperoleh diagnosa bisa dilanjutkan konsultasi dengan dokter yang melakukan terapi menggunakan metode dr. Ibnu Sina.

Baca juga: Berbagai Cara Mencegah Terjadinya Melasma, Salah Satunya Gunakan Sunscreen ketika di Luar Rumah

Penjelasan Praktisi Kesehatan, dr. G. Iranita Dyantika dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 08 November 2021.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved