Breaking News:

6 Mitos Seputar Vitamin C, Benarkah Bisa Menambah Berat Badan?

Berikut ini 6 mitos terkait konsumsi vitamin C, termasuk penambahan berat badan

style.tribunnews.com
Ilustrasi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C dan mineral 

TRIBUNHEALTH.COM - Vitamin C atau asam askorbat, merupakan nutrisi penting bagi tubuh.

Vitamin yang larut dalam air ini harus dikonsumsi setiap hari melalui makanan dan suplemen karena tubuh tidak dapat menyimpannya secara memadai.

Vitamin C digunakan oleh tubuh untuk mengendalikan infeksi, menyembuhkan luka.

India Times juga menyebut, nutrisi ini diperlukan oleh tubuh untuk mempersiapkan kolagen, bagian penting dari jaringan ikat yang terdiri dari sistem saraf, tulang, tulang rawan, darah dan lain-lain.

Vitamin C juga penting dalam pembuatan beberapa hormon dalam tubuh.

Pria dewasa harus mengonsumsi 90 mg vitamin C setiap hari dan wanita dewasa harus mengonsumsi 75 mg.

Perokok perlu mengkonsumsi lebih banyak vitamin C daripada yang lain karena merokok menghabiskan kadar vitamin C dalam tubuh.

Karena segudang manfaat yang ditawarkannya, vitamin C banyak dikonsumsi baik dari segi makanan maupun sebagai suplemen.

Berikut ini mitos seputar vitamin C, dilansir TribunHealth.com dari India Times.

Vitamin C adalah obat untuk flu

ilustrasi seseorang yang mengalami flu
ilustrasi seseorang yang mengalami flu (grid.id)

Ini kemungkinan besar adalah mitos terbesar yang terkait dengan vitamin C, itulah sebabnya suplemen ini banyak dikonsumsi selama awal pandemi.

Ketika Covid-19 menjadi pandemi dan semua orang mengetahui gejalanya, orang-orang mulai mengonsumsi suplemen vitamin C yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Vitamin C meningkatkan kekebalan tetapi tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa itu adalah obat untuk flu.

Baca juga: Flu atau Batuk Dulukah yang Muncul pada Anak? Simak Penjelasan dr. Lingga Pradipta Sp.A

​Jeruk adalah sumber vitamin C terbesar

Setiap buah atau sayuran yang terasa asam dianggap sebagai sumber vitamin C yang baik.

Meskipun ini sebagian benar, faktanya paprika memiliki lebih banyak vitamin C daripada makanan yang terasa asam seperti jeruk dan lemon.

Jadi jika ingin menambahkan lebih banyak vitamin C ke dalam diet harian, jangan hanya mengandalkan buah jeruk, teliti lebih banyak dan sertakan berbagai buah dan sayuran kaya vitamin C ke dalam diet.

Baca juga: Punya Rasa Asam, Konsumsi Jeruk Berlebih Bisa Merusak Gigi

Semakin banyak vitamin C yang dimiliki, semakin baik kekebalan tubuh

Ini tidak benar.

Setiap vitamin berfungsi dalam tubuh dalam jumlah tertentu.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved