Breaking News:

Penanganan Pertama saat Alami Alergi, Ini yang Perlu Dilakukan menurut dr. Prasna Pramita, Sp.PD

Alergi adalah adalah suatu kondisi yang merujuk pada sistem kekebalan tubuh yang bereaksi dengan bahan-bahan alergen.

freepik.com
Ilustrasi berkonsultasi dengan dokter terkait masalah alergi 

TRIBUNHEALTH.COM - Alergi adalah adalah suatu kondisi yang merujuk pada sistem kekebalan tubuh yang bereaksi dengan bahan-bahan alergen.

Keadaan ini cukup umum terjadi pada setiap orang.

Meski begitu, alergi yang dialami masing-masing orang berbeda.

Baca juga: Selain Virus dan Bakteri, Alergi juga Bisa Sebabkan Konjungtivitis, Mata Jadi Tampak Merah

Walau wajar dialami, namun jika sedang mengalami alergi tidak bisa dianggap sepele.

Anda harus sigap mengatasinya dengan langkah yang benar.

Ilustrasi - Seorang wanita mengalami alergi dingin
Ilustrasi - Seorang wanita mengalami alergi dingin (Shutterstock)

Agar mengetahui penanganan pertama saat alami alergi, simak penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi dan Imunologi, dr. Prasna Pramita.

Berdasarkan penjelasannya, ketika mengalami alergi, masyarakat bisa mengonsumsi obat anti alergi.

Obat anti alergi tersebut sangat mudah ditemui di pasaran.

Baca juga: dr. Connie Calista Tham Tak Menyarankan Pasien yang Memiliki Alergi Melakukan Slimming Treatment

Obat anti alergi ini bisa dikonsumsi hingga 3 sampai 5 hari.

"Coba saja nggak papa-papa minum dulu obat anti alergi, seperti 1 tablet sampai beberapa hari," imbaunya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

2 dari 4 halaman

Namun jika sudah melewati batas ketentuan, seperti 5 hari lamanya, maka segera cari pertolongan ke dokter.

Ilustrasi resep dokter
Ilustrasi resep dokter (Pixabay)

Jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter.

Karena jika terlambat, bisa saja kulit sudah mengalami kondisi yang lebih parah akibat sering digaruk karena merasakan gatal.

Baca juga: Sangat Mungkin Infus Whitening Bisa Menimbulkan Alergi, dr. Satya Perdana: Tetapi Sangat Jarang

"Kalau tidur suka menggaruk, terkadang itu sering dilupakan akhirnya menimbulkan luka."

"Luka ini jadi berbekas dan sulit disembuhkan kalau sudah dewasa, berbeda dengan anak-anak," ungkap Prasna.

Pentingnya Tes Alergi

Menurut Prasna, tes alergi sangat penting dilakukan untuk mendeteksi faktor pencetus alergi.

Dengan begitu, diharapkan bisa mengantisipasinya dan tidak akan mengalami alergi.

Ilustrasi dermatitis kontak alergi karena metal pada masker
Ilustrasi dermatitis kontak alergi karena metal pada masker (tribunnews.com)

Baca juga: Perawatan Disestesia, Sensasi Gatal dan Terbakar pada Kulit Akibat Masalah Saraf

"Kalau kita bisa menghindari pencetusnya, alerginya jadi tidak kambuh," paparnya Prasna.

Terlebih lagi, obat utama dalam kasus alergi ialah pencegahan.

3 dari 4 halaman

Disamping dengan obat-obatan yang memang dipastikan dapat membantu.

Reaksi Pasca Alergi

Alergi adalah suatu kondisi yang merujuk pada sistem kekebalan tubuh yang bereaksi dengan bahan-bahan alergen.

Bahan-bahan alergen ini sebenarnya tidak berbahaya.

Baca juga: Perhatikan Jenis Sabun yang Digunakan, Jangan Sampai Salah Pilih dan Berisiko Alami Masalah Kulit

Namun karena tubuh terus terpapar dengan bahan alergen tersebut, akhirnya memunculkan masalah atau reaksi alergi.

Reaksi yang bisa timbul pasca terkena alergi antara lain:

- Merah-merah di kulit

Ilustrasi seseorang yang mengalami alergi
Ilustrasi seseorang yang mengalami alergi (health.grid.id)

- Batuk

- Pilek

- Mual

Baca juga: Jahe Punya Sederet Manfaat untuk Kesehatan, Legakan Pencernaan hingga Atasi Mual

4 dari 4 halaman

- Muntah

- Sesak napas

Tubuh yang Rentan Terkena Alergi

Ilustrasi seseorang yang mengalami sesak napas
Ilustrasi seseorang yang mengalami sesak napas (freepik.com)

Alergi bisa terjadi karena berbagai macam faktor penyebab.

Namun biasanya, alergi timbul hanya pada area tertentu saja.

Menurut pemaparan Prasna, area tubuh yang sering terkena alergi terbagi menjadi 2 jenis, yakni area lokal dan sistemik.

Baca juga: Apakah Pemakaian Mouthwash Setiap Hari Bisa Picu Alergi di Rongga Mulut?

Pada area lokal terdapat pada kulit, sementara sistemik pada dalam tubuh.

Bila area sistemik yang terkena, maka bisa memunculkan batuk, pilek, bersin-bersin, mual atau muntah, hingga sesak napas dan perut tidak nyaman.

Faktor yang Menyebabkan Alergi

Berbagai macam faktor yang bisa menyebabkan alergi, seperti:

1. Gaya hidup

Ilustrasi konsultasi dengan dokter
Ilustrasi konsultasi dengan dokter (freepik.com)

Setiap orang memiliki gaya hidup berbeda, maka hal ini mempengaruhi paparan alergi yang terkena.

Begitu halnya dengan makanan yang dikonsumsi

Sehingga membuat tidak semua orang mengalami alergi yang sama.

2. Faktor Usia

Pada usia bayi terutama 0 sampai 3 bulan sangat rentan mengalami alergi susu sapi.

Baca juga: drg. Zita Aprilia: Orangtua Tidak Boleh Menggunakan Dot Susu sebagai Pengantar Tidur

Namun seiring bertambahnya usia, alergi ini juga bisa berubah. Misalnya menjadi alergi terhap telur atau ikan.

Ilustrasi konsumsi susu
Ilustrasi konsumsi susu (Pixabay)

3. Faktor genetik

Faktor genetik sangat mempengaruhi seseorang bisa terkena alergi.

Baca juga: Gunakan Cairan Infus saat Alami Iritasi pada Kulit, Dokter Jamin Tidak Picu Alergi

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi dan Imunologi, dr. Prasna Pramita ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved