Breaking News:

Mata Malas Apakah karena Adanya Masalah pada Otak? Ini Penjelasan Dokter

Mata malas atau Amblyopia merupakan gangguan penglihatan sebelah mata karena otak dan mata tidak terhubung dengan baik, akibatnya penglihatan menurun.

kompas.com
ilustrasi seseorang yang mengalami mata malas atau amblyopia 

TRIBUNHEALTH.COM - Perkembangan penglihatan dimulai dari lahir dan bisa melihat cahaya terlebih dahulu atau blink reflect dan orangtua perlu memberikan rangsangan warna-warna.

Biasanya bayi yang tidak mendapat stimulus perkembangannya dengan baik selama 3 bulan, maka lama kelmaan akan mengarah ke amblyopia atau mata malas.

dr. Helda menyampaikan, pada penderita katarak kongenital sebenarnya disarankan sedini mungkin dibawa ke dokter mata untuk dilakukan pengambilan katarak.

Tetapi tidak hanya pada katarak kongenital saja, bisa juga pada kelopak turun sebelah atau disebut dengan Ptosis.

Kejadian kelopak mata yang turun sebelah karena tidak mendapat visual axis.

ilustrasi seseorang yang mengalami mata malas atau amblyopia
ilustrasi seseorang yang mengalami mata malas atau amblyopia (kompas.com)

Baca juga: Tidak Semua Orang bisa Menggunakan Behel, Ini Kondisi yang Tidak Disarankan oleh Dokter

Sehingga pasien menganggap mata dengan penglihatan tersebut sudah cukup, padahal sebenarnya tidak.

Bisa juga terjadi kekeruhan pada media mata, misalkan kornea mengalami keruh.

dr. Helda menyampaikan bahwa seringkali orangtua telat menyadari bawha anak mengalami mata malas genilateral.

Sebenarnya kerja mata ialah satu per satu dan akan difungsikan atau gabungkan pada otak.

Ketika satu mata mengalami mata malas, maka mata yang dominan akan mengambil alih.

Baca juga: Begini Perawatan Pasca Melakukan Sunat Modern, Prinsip Utamanya adalah Menjaga Kebersihan

2 dari 2 halaman

Jika tidak sengaja menutup mata secara bergantian, maka tidak akan ketahuan.

dr. Helda menyampaikan, lebih baik orangtua lebih dini untuk cek ke dokter anak dan dokter mata.

Masalah pada mata yang disebabkan oleh turunan, lebih mengarah ke minus tinggi maupun plus tinggi maka perlu lebih dini untuk memeriksakan kondisi mata anak.

Apabila anak mengalami kelainan refraktif tergolong tinggi, maka harus dilakukan koreksi sedini mungkin agar tidak muncul ambyopia.

Dengan dikoreksi sedini mungkin perihal kaca mata yang digunakan, maka penglihatannya akan maksimal.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Helda Puspitasari, Sp.M. Seorang dokter spesialis mata.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved