Breaking News:

Remaja Alami Perubahan Fisik, Psikologis, dan Hormonal selama Masa Pubertas

Perubahan fisik dan psikologis selama pubertas berlangsung lambat dan terjadi secara bertahap

Freepik.com
Ilustrasi sepasang remaja memasuki masa pubertas 

TRIBUNHEALTH.COM - Pubertas merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa.

"Pubertas berlangsung sepanjang masa remaja," tulis situs medis Medical News Today (MNT).

Selama masa pubertas, tubuh mengalami banyak perubahan internal dan eksternal.

Perubahan fisik dan psikologis selama pubertas berlangsung lambat dan terjadi secara bertahap.

Biasanya laki-laki mulai pubertas saat memasuki usia 9-14 tahun, sementara perempuan pada 8-13 tahun.

"Seseorang mungkin berusia 20 tahun pada saat semua perubahan terjadi," tambah situs medis tersebut, dilansir TribunHealth.com pada Minggu (24/7/2022).

Baca juga: Adib Setiawan S.Psi., M.Psi Sebut Trust Issue Bisa Muncul Mulai dari Remaja

Selama masa pubertas, seseorang akan:

  • mencapai tinggi dan proporsi tubuh dewasa mereka
  • mengembangkan karakteristik seks eksternal
  • menjadi mampu bereproduksi

Pubertas fisik

Ilustrasi remaja yang alami pubertas
Ilustrasi remaja yang alami pubertas (Freepik.com)

Pubertas dimulai ketika area otak yang disebut hipotalamus mulai memberi sinyal ke seluruh tubuh bahwa sudah waktunya untuk mengembangkan karakteristik dewasa.

"Hipotalamus mengirimkan sinyal-sinyal ini melalui hormon, yang menyebabkan organ reproduksi (ovarium pada wanita dan testis pada pria) untuk menghasilkan berbagai hormon lainnya," tulis MNT.

2 dari 4 halaman

Hormon-hormon ini menyebabkan pertumbuhan dan perubahan di berbagai bagian tubuh, antara lain:

Baca juga: dr. Irmadani Intan Pratiwi Paparkan Alasan Stretch Mark Bisa Muncul di Usia Remaja

  • organ reproduksi luar
  • jaringan payudara
  • kulit
  • otot
  • tulang
  • rambut
  • otak

Baca juga: Remaja hingga Lansia Bisa Lakukan Perawatan Hydrafacial, Simak Penjelasan dr. Hafid Ernanda

Selama masa ini, kulit menjadi berminyak dan tubuh memproduksi lebih banyak keringat.

Banyak orang mengembangkan beberapa bentuk jerawat.

Perubahan psikologis

ilustrasi emosi sering berubah saat masa pubertas
ilustrasi emosi sering berubah saat masa pubertas (grid.id)

Perubahan hormon juga mempengaruhi emosi dan pikiran seseorang.

MNT mencatat pubertas biasanya memiliki efek psikologis berikut:

  • emosi yang meningkat
  • emosi yang sering berubah
  • awal dari pikiran dan keinginan seksual
  • awal ketertarikan seksual dan romantis kepada orang lain

Baca juga: Tak Hanya Sebabkan Hasrat Seksual Menurun, Merosotnya Testosteron Juga Picu Berbagai Hal Berikut

Perubahan hormon

Banyak perubahan yang terjadi selama masa pubertas terkait dengan pergeseran kadar hormon.

Beberapa hormon utama yang berhubungan dengan pubertas antara lain:

Testosteron

ilustrasi perubahan hormon pengaruhi bentuk tubuh pria selama pubertas
ilustrasi perubahan hormon pengaruhi bentuk tubuh pria selama pubertas (kompas.com)
3 dari 4 halaman

Testosteron adalah hormon seks utama pada pria.

Hormon ini memunculkan ciri-ciri pria, seperti suara yang lebih dalam, rambut wajah, dan perkembangan otot.

Testosteron juga berperan dalam perkembangan wanita, pada tingkat yang lebih rendah daripada pria.

Baca juga: Body Shaming Sebabkan Kecemasan dan Depresi pada Remaja, Psikolog Tekankan Pentingnya Peran Orangtua

Dihidrotestosteron

Disebut DHT, hormon ini lebih kuat daripada testosteron dan hadir dalam jumlah yang jauh lebih tinggi selama masa pubertas.

DHT memulai pubertas pada pria dan juga dapat membantu memulai pubertas pada wanita.

Ilustrasi remaja yang memasuki masa pubertas
Ilustrasi remaja yang memasuki masa pubertas (Pixabay)

Estrogen

Estrogen adalah hormon seks utama pada wanita.

Hormon ini mempromosikan pertumbuhan rahim dan jaringan payudara.

Hormon pertumbuhan

4 dari 4 halaman

Tingkat hormon pertumbuhan meningkat selama masa pubertas, menyebabkan lonjakan pertumbuhan pada tulang dan otot, bersamaan dengan peningkatan tinggi badan yang cepat.

Peningkatan tinggi badan yang lebih lambat, kurang dari 2 inci per tahun, mungkin menandakan kekurangan hormon.

Estradiol

Estradiol hadir pada pria dan wanita.

Pada wanita, kadar estradiol meningkat lebih awal dan tetap lebih tinggi setelah pubertas.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved