Breaking News:

Mengenal Pulpitis, Peradangan Pulpa yang Sebabkan Sakit Gigi, Bisa Menyebar ke Otak jika Tak Diobati

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, termasuk otak

kompas.com
ilustrasi sakit gigi karena alami pulpitis 

TRIBUNHEALTH.COM - Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi. 

Pulpa di dalam gigi terdiri dari jaringan pembuluh darah, suplai darah, saraf, dan jaringan ikat, dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today.

Ketika pulpa meradang, seseorang mungkin mengalami rasa sakit dari saraf gigi.

Pulpitis bisa reversibel atau ireversibel.

Pulpitis reversibel

Pada pulpitis reversibel, biasanya ada peradangan ringan pada pulpa, dan orang mengalami nyeri yang berumur pendek.

Jika seseorang mengalami pulpitis reversibel, gigi mungkin memiliki rongga, tetapi belum dalam, sehingga tidak ada bakteri di pulpa.

Baca juga: Jangan Tunggu Sakit Gigi Baru ke Dokter Gigi, drg. Andi Tajrin, Sp.BM Sebut Dampak yang Akan Terjadi

Ketika mengalami pulpitis reversibel, makan sesuatu yang manis atau dingin dapat menyebabkan rasa sakit, tetapi rasa sakit ini hilang begitu stimulan hilang.

Pada tahap ini pulpa gigi biasanya sehat.

Dengan perawatan, gigi dan saraf masih mungkin untuk sembuh.

2 dari 4 halaman

Pulpitis ireversibel

ilustrasi seseorang yang mengalami sakit gigi karena pulpitis
ilustrasi seseorang yang mengalami sakit gigi karena pulpitis (pixabay.com)

Pulpitis ireversibel adalah salah satu alasan paling sering bagi seseorang untuk mencari perawatan gigi darurat.

Pulpitis ireversibel terjadi ketika bakteri menyebar ke saraf, dan ada peradangan pulpa yang signifikan.

Pulpitis ireversibel biasanya menyebabkan nyeri hebat yang mungkin spontan, menetap, dan menyebar.

Baca juga: Tak Hanya Kerusakan Gigi, Sakit Gigi Bisa Disebabkan oleh Impaksi hingga Penyakit Serius

Nyeri pulpitis ireversibel mungkin sangat parah sehingga membangunkan seseorang di malam hari.

Seseorang dengan pulpitis ireversibel mungkin mengalami kesulitan menentukan lokasi yang tepat dari rasa sakit.

Namun, 40 persen gigi dengan pulpitis ireversibel mungkin juga tidak menimbulkan rasa sakit.

ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan sakit gigi
ilustrasi seseorang yang mengalami keluhan sakit gigi (freepik.com)

Pulpitis ireversibel dapat menyebabkan infeksi pada ujung gigi jika bakteri di pulpa menyebabkan saraf mati.

Ini disebut nekrosis pulpa, atau kematian pulpa.

Jika terjadi nekrosis, kantong nanah dapat terbentuk di ujung akar gigi, yang dikenal sebagai abses periapikal, atau abses gigi.

3 dari 4 halaman

Ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah, terutama saat menggigit.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, termasuk otak.

Penyebab

ilustrasi seseorang yang mengalami sakit gigi
ilustrasi seseorang yang mengalami sakit gigi (kompas.com)

Menurut tinjauan ilmiah yang dikutip Medical News Today, penyebab paling umum pulpitis adalah ketika bakteri mengiritasi pulpa gigi melalui area kerusakan gigi, termasuk karies gigi.

Penyebab lain dari peradangan pulpa meliputi:

  • trauma atau cedera pada gigi
  • menggertakkan gigi
  • prosedur gigi invasif berulang

Iritasi ini biasanya pertama menyebabkan pulpitis reversibel.

Jika pulpa terus meradang, pulpitis menjadi ireversibel, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pulpa mati.

Diagnosa

Ilustrasi sakit gigi
Ilustrasi sakit gigi (Pexels.com)

Seorang dokter gigi dapat mendiagnosis pulpitis dari gejala seseorang, pemeriksaan gigi, dan mungkin rontgen.

Dalam beberapa kasus, dokter gigi dapat melakukan tes lain, seperti:

4 dari 4 halaman

Tes sensitivitas: Dokter gigi akan memeriksa untuk melihat apakah rangsangan dingin atau panas menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Sakit Gigi saat Berpuasa? Begini Saran drg. Saptorini

Tes ketuk gigi: Dokter gigi mengetuk gigi dengan lembut dengan instrumen ringan untuk memeriksa tingkat peradangan.

Tes pulpa listrik: Dokter gigi dapat menggunakan alat untuk mengirimkan muatan listrik kecil ke pulpa. Jika orang tersebut dapat merasakan muatannya, pulpa merespons secara normal, dan pulpitis mungkin reversibel.
Tes ini dapat membantu dokter gigi untuk menentukan tingkat kerusakan, dan mungkin menyelamatkan pulpa.

Sumber: Medical News Today

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved