Breaking News:

Segera Temui Dokter jika Batuk Disertai Sulit Bernapas dan Berbagai Kondisi Berikut

Sulit bernapas yang menyertai batuk menandakan perlunya segera melakukan pemeriksaan medis

grid.ID
ilustrasi batuk 

TRIBUNHEALTH.COM - Batuk adalah gejala umum dari berbagai kondisi kesehatan.

Beberapa batuk mungkin disebabkan oleh penyebab yang tidak serius, sementara yang lain bisa saja merupakan tanda adanya kondisi serius.

Karenanya, penting untuk segera menemui dokter dan melakukan pemeriksaan serta konsultasi.

Situs medis Medical News Today (MNT) membagikan tips mengenai kapan perlu menemui dokter saat mengalami batuk, satu di antaranya adalah ketika disertai sesak napas.

MNT menyebut eseorang harus menemui dokter jika batuknya parah, terus-menerus, atau memburuk dari waktu ke waktu.

Ciri-ciri tersebut dapat menunjukkan bahwa seseorang memerlukan perawatan medis.

Baca juga: Berbagai Kondisi Medis Bisa Picu Batuk Kronis, Mulai dari Asma, PPOK, hingga Kanker Paru-paru

ilustrasi seseorang yang mengalami batuk
ilustrasi seseorang yang mengalami batuk (freepik.com)

Orang tua dan pengasuh juga harus berbicara dengan dokter jika anak mereka menunjukkan gejala berikut:

  • demam dalam bentuk apa pun pada bayi di bawah usia 3 bulan
  • demam 102°F (38,9ºC) atau lebih tinggi pada anak dari segala usia
  • sianosis bibir
  • mengi
  • sulit atau sesak napas
  • kehilangan nafsu makan atau haus
  • ngantuk berlebihan
  • iritabilitas yang berlebihan
  • batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu

Juga, siapa pun yang mengalami gejala Covid-19 yang harus menghubungi dokter mereka.

Jika gejalanya parah, mereka membutuhkan perhatian medis segera.

Baca juga: Batuk Akut Bisa Disebabkan Sederet Hal Berikut: Covid-19, ISPA, hingga Rhinitis Alergi

ilustrasi seseorang yang mengalami batuk
ilustrasi seseorang yang mengalami batuk (health.grid.id)

Menurut American Lung Association (ALA), seseorang harus memperhatikan durasi, jenis, dan ciri batuk mereka ketika berbicara dengan profesional kesehatan untuk membantu diagnosis.

2 dari 2 halaman

Seorang profesional kesehatan mungkin bertanya tentang riwayat kesehatan seseorang, sifat batuknya, apakah batuknya memburuk atau membaik dalam situasi tertentu, dan apakah mereka memiliki gejala tambahan.

Contoh pertanyaan yang mungkin diajukan dokter kepada seseorang meliputi:

  • Kapan batuk Anda mulai?
  • Apakah batuk menghasilkan lendir?
  • Apa warna dan konsistensi lendir?
  • Apakah ada darah di lendir?
  • Apakah Anda memiliki alergi atau pemicu batuk?
  • Apakah Anda pernah melakukan kontak dengan orang dengan infeksi saluran pernapasan, seperti flu biasa, TBC, pneumonia, atau batuk rejan?
  • Apakah Anda memiliki penyakit medis yang diketahui?
  • Apakah Anda merokok tembakau atau ganja, vape, atau menggunakan narkoba?
ilustrasi batuk yang dialami seseorang
ilustrasi batuk yang dialami seseorang (jakarta.tribunnews.com)

Baca juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung, Deteksi dengan Lakukan Pemeriksaan Ini

Jika seseorang mengalami gejala lain, seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, sakit kepala, kantuk, kebingungan, demam, dan batuk darah, maka dokter mungkin akan meresepkan tes lebih lanjut.

Tes dapat mencakup:

  • tes darah
  • tes pencitraan, seperti CT scan atau rontgen dada
  • spirometri atau tes tantangan metakolin

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved