Breaking News:

Kasus Covid-19 Global Mulai Naik, Masyarakat Indonesia Diimbau Tetap Waspada

Prof. Wiku Adisasmito ingatkan masyarakat tetap waspada karena Covid-19 masih ada di sekitar kita.

Pixabay
Ilustrasi kasus Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito imbau tetap waspada 

TRIBUNHEALTH.COM - Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia pada tanggal 01 Juli 2022 berdasarkan data perkembangan Covid-19 di tingkat global dan nasional.

Per tanggal 28 Juni 2022, ternyata beberapa negara di dunia juga tengah mengalami kenaikan kembali setelah sempat mempertahankan penurunan kasus yang cukup lama.

Tentunya perkembangan di setiap negara dapat berbeda karena karakteristik dan pola pengendalian Covid-19 di negara tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 01 Juli 2022.

Jika diurutkan berdasarkan persentase kenaikan positif mingguan tertinggi, yaitu Indonesia menjadi negara yang paling signifikan kenaikan kasusnya dimana naik 620 persen dalam 28 hari.

Baca juga: Kenali Tipe-tipe Bopeng dan Penyebab Terjadinya Bopeng Menurut dr. Citra Anggraeny, M. Biomed (AAM)

Ilustrasi kasus Covid-19 mulai meningkat, Prof. Wiku Adisasmito imbau untuk tetap waspada
Ilustrasi kasus Covid-19 mulai meningkat, Prof. Wiku Adisasmito imbau untuk tetap waspada (health.grid.id)

Baca juga: Berikut Beberapa Cara Deteksi Dini Demensia dengan Melakukan Pemeriksaan Kognitif Sederhana

Sedangkan Bangladesh naik 500 persen dalam 22 hari, Inggris naik 380 persen dalam 23 hari, Italia naik 241% dalam 25 hari, Jerman naik 209% dalam 22 hari, Singapura naik 116% dalam 18 hari, Malaysia naik 49% dalam 19 hari, dan Amerika Serikat naik 14% dalam 8 hari.

Hal ini penting menjadi perhatian karena dengan meningkatnya kembali kasus pada beberapa negara tersebut.

Artinya kita perlu kembali waspada dan ini membuktikan bahwa Covid-19 masih ada.

Di Indonesia sendiri selama 2 hari berturut-turut, kasus harian terus berada di atas angka 2.000 kasus.

Meskipun angka ini terbilang tidak besar jika dibandingkan pada angka berbagai puncak kasus yang telah kita lewati, namun tetap perlu untuk segera ditekan agar tidak semakin bertambah, terlebih kasus positif di Indonesia.

Jika berkaca pada grafik kasus per bulan di tahun 2021 di bulan yang sama dengan sekarang yaitu Mei hingga Juni terjadi kenaikan sebesar lebih dari 200.000 kasus.

Yaitu dari 153.000 menjadi 356.000 kasus selama 2 bulan.

Angka ini mencapai puncak di bulan Juli 2021 sebesar total penambahan lebih dari 1 juta kasus selama bulan Juli 2021.

Perlu diingat bahwa di tahun lalu karena kasus positif ini baru mengalami penurunan setelah 3 bulan.

Baca juga: Cara Membedakan Antara Demensia dan ODGJ, dr. Ermawati: Dilakukan Pemeriksaan Penunjang

Ilustrasi varian baru Covid-19 yang terus bermutasi, menurut Prof. Wiku Adisasmito periode libur sekolah dan Idul Adha berisiko mengalami kenaikan kasus
Ilustrasi varian baru Covid-19 yang terus bermutasi, menurut Prof. Wiku Adisasmito periode libur sekolah dan Idul Adha berisiko mengalami kenaikan kasus (kompas.com)

Baca juga: Ketahui Fungsi Facemask, drg. Ardiansyah S. Pawinru Sebut Bertujuan untuk Mengoreksi Rahang

Kenaikan kasus ini terjadi pasca Idul Fitri dan Idul Adha dan juga diperkuat dengan periode libur anak sekolah.

Di tahun ini baiknya, angka pada periode bulan yang sama terbilang jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu.

Jika di tahun lalu mencapai 350.000 kasus dalam 1 bulan, di tahun ini di bulan Juni 2022 hanya sebesar 31.000 kasus bulanan.

Angka di bulan lalu, yaitu bulan Mei 2022 bahkan lebih kecil lagi, yakni hanya 8.000 kasus bulanan.

Di satu sisi, angka yang rendah ini juga dibandingkan dengan tahun lalu menunjukkan bahwa kita semakin resilient atau ulet dan terus memperbaiki situasi ke arah yang lebih baik.

Namun di sisi lain, kita semua harus waspada karena adanya kenaikan lebih dari 23.000 kasus dalam 1 bulan.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved