Breaking News:

Kasus Covid-19 Kian Menurun Konsisten, Ciri Dimulainya Transisi Menuju Endemi

Pada minggu keempat pasca periode libur panjang Idul Fitri menunjukkan penambahan kasus positif COVID-19 harian terbilang rendah dan konsisten.

Freepik.com
Ilustrasi Pandemi akan berakhir. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada minggu keempat pasca periode libur panjang Idul Fitri menunjukkan penambahan kasus positif COVID-19 harian terbilang rendah dan konsisten.

Sejalan itu, level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) kabupaten/kota di Indonesia terus membaik.

Adanya perkembangan baik ini, bukan tidak mungkin menjadi kunci menentukan dimulainya transisi menuju Endemi.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pandemi Melandai, Masyarakat Diimbau Segera Lakukan Vaksin Penguat

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa adanya fakta ini tak menyurutkan Pemerintah untuk senantiasa berhati-hati dan memantau perkembangan kasus COVID-19.

Pemerintah tetap melakukan pengendalian sebelum status pandemi benar-benar dinyatakan berakhir oleh badan yang berwenang yaitu Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Covid-19
Covid-19 (Pexels.com)

"Walau pengendalian dan kesiap-siagaan terus kita lakukan dengan ancaman penularan COVID-19 yang belum sepenuhnya hilang, namun bukan berarti aktivitas masyarakat tidak dapat kembali dilakukan bahkan seperti sedia kala sebelum pandemi COVID-19 melanda," terang Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Dalam pembukaan aktivitas masyarakat, sudah ada pedoman dari WHO sebagai acuan kebijakan kesehatan di berbagai negara dalam pembukaan aktivitas masyarakat yang menyesuaikan kondisi kasus.

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia (tribunnews.com)

Dapat dilihat bersama, terkendalinya kasus dalam jangka waktu yang konsisten, maka pembukaan sektor sosial dan ekonomi masyarakat terus ditingkatkan dengan area cakupan pembatasan berbasis wilayah yang semakin kecil.

Di Indonesia sendiri, masih akan menerapkan PPKM. Pada prinsipnya, PPKM adalah bentuk pengendalian yang dianjurkan WHO dengan beberapa penyesuaian untuk menentukan pembukaan aktivitas masyarakat merujuk situasi secara riil di lapangan.

Baca juga: Pentingnya Pemberlakuan PPKM sebagai Wujud Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Covid-19

Disamping itu, walau cakupan vaksinasi lengkap di Indonesia sudah cukup tinggi, namun masih tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara.

Salah satu upaya meningkatkan cakupan vaksinasi secara merata sesegera mungkin, maka pemerintah memasukkan indikator vaksinasi ke dalam penilaian levelling.

Faktanya, pemberian dosis lanjutan vaksinasi bertujuan meningkatkan pembentukan antibodi secara sempurna yang tidak didapat hanya dengan 1 dosis saja.

Ilustrasi pemberian vaksin booster
Ilustrasi pemberian vaksin booster (jatim.tribunnews.com)

Fakta juga menunjukkan, bahwa jumlah antibodi dapat meningkat berkali-kali lipat jika menerima vaksin dosis kedua apalagi vaksin booster.

Karenanya, masyarakat sepatutnya mengerti adanya program vaksinasi semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Sering Dianggap sebagai Penangkal Covid-19, Vaksinasi Bertujuan Mengurangi Gejala dan Angka Kematian

Untuk mencukupi kebutuhan vaksin di dalam negeri, Indonesia akan menerima lagi 71 juta dosis vaksin secara bertahap hingga akhir tahun ini.

Menteri Kesehatan juga menginformasikan seiring itu akan dilakukan upaya pemusnahan vaksin yang expired.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (kompas.com)

"Perlu menjadi catatan bersama bahwa di tengah upaya peningkatan pasokan vaksin, pemerintah tetap memonitoring kualitas dosis vaksin agar tetap terjaga baik," lanjut Wiku.

Untuk itu, Wiku berharap dengan fakta-fakta yang telah dijabarkan tersebut dapat memberikan refleksi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat untuk bersama-sama melakukan perbaikan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Sangat Berperan dalam Upaya Pengendalian Pandemi Covid-19

Yaitu, kepada Pemerintah Daerah agar terus memperbaiki sistem distribusi dan logistik vaksinasi agar dapat tersalurkan dengan baik dan merata di tiap-tiap kabupaten/kota-nya.

Sementara kepada masyarakat, dapat proaktif untuk pergi vaksinasi, jika belum, ke sentra vaksinasi terdekat agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved