Breaking News:

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Mengatakan Jika Pandemi Covid-19 di Indonesia Sudah Cukup Terkendali

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid angka reproduksi virus cenderung turun mendekati angka kurang dari 1 sebagai ukuran bahwa pandemi terkendali.

Pixabay.com
Ilustrasi Covid-19, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid pandemi di Indonesia sudah cukup terkendali 

TRIBUNHEALTH.COM - Diketahui jika kondisi pandemi di Indonesia sudah cukup terkendali.

Meskipun kelonggaran-kelonggaran berbagai aktivitas sudah dilakukan.

Bahkan sejak awal bulan Ramadhan, pemerintah memutuskan untuk masyarakat bisa melaksanakan mudik setelah 2 tahun tidak melakukan mudik atau berkumpul dengan keluarga besar.

Akan tetapi pada tahun 2022, kemungkinan perayaan Hari Raya Idul Fitri akan berbeda dikarenakan masyarakat sudah mulai bisa berkumpul dengan keluarga besar.

Kelonggaran aktivitas yang dilakukan dimana hampir seluruh provinsi berada pada PPKM level 1.

Pada kenyataannya kemenkes tidak melihat peningkatan kasus yang terjadi secara signifikan.

Baca juga: Double Chin Membuat Orang Seolah-olah Memiliki Dagu Kedua, Begini Kata dr. Caryn Miranda Saptari

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 25 April 2022.

Ilustrasi Covid-19, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid tidak terlihat peningkatan kasus secara signifikan
Ilustrasi Covid-19, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid tidak terlihat peningkatan kasus secara signifikan (Tribunnews.com)

Baca juga: Ketahui Beberapa Jenis Alopecia, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK: Sikatrikal dan Non Sikatrikal

"Kalau kita melihat angka, tentunya konfirmasi harian ini cenderung turun terus dan tanggal 25 April 2022 dilaporkan sebanyak 317 kasus jauh turun daripada saat kita mengalami puncak Omicron atau juga pada saat kita mengalami varian Delta yang dengan angka kematian yang cukup tinggi," terangnya.

Angka kematian dilaporkan sebanyak 33 kasus.

"Kemarin angka tertinggi pada saat Omicron itu adalah 2.200 sama seperti pada saat varian Delta, tetapi kita tahu bahwa varian Delta jauh lebih besar," sambungnya.

Kemenkes mengatakan jika saat ini angka positifitas saat ini kurang dari 1% atau 0,25%.

Hal lain yang menjadi perhatian bersama bahwa angka reproduksi virus cenderung turun mendekati angka kurang dari 1 sebagai ukuran bahwa pandemi Covid-19 terkendali.

Kondisi ini tentunya sama seperti kondisi pada bulan September dan Desember pada tahun 2021.

Dimana pandemi juga sudah bisa dikendalikan pada kondisi yang sangat rendah.

Kita bisa lihat jika angka positif bisa tertahankan dalam kurun waktu 3-3,5 bulan pada angka di bawah 1%.

Jumlah kasus hariannya juga lebih rendah dibandingkan pada bulan Januari 2022.

Baca juga: Melahirkan Bisa Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah? Begini Penjelasan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK

Ilustrasi virus corona, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut
Ilustrasi virus corona, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut kasus harian lebih rendah dibanding bulan Januari 2022 (Pixabay)

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Nyeri Kepala yang Menjadi Tanda Adanya Penyakit Lain, Simak Ulasan dr. I Gde Anom

"Jadi kalau kita lihat di bulan September sampai Desember itu angka kasus positif kita kurang lebih hampir sama pada awal-awal pandemi," ujarnya.

Dimana memang angkanya masih sangat rendah.

Tentunya kita patut bersyukur bawah pengendalian Covid-19 di Indonesia ini terbilang lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya termasuk negara-negara ASEAN.

Diketahui jika kontribusi vaksinasi sangat berperan dalam upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana kondisi pada saat Indonesia mengalami varian Delta dengan cakupan vaksinasi hanya 30% dari dosis pertama.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved