Breaking News:

dr. Mustopa Sebut Prehipertensi Sudah Mulai Memasuki Awal Gejala ke Arah Hipertensi

Hipertensi seringkali dianggap sebagai penyakit pada orangtua. Padahal penyakit hipertensi bisa juga dialami oleh usia muda.

kumparan.com
ilustrasi seseorang yang sedang cek tekanan darah 

TRIBUNHEALTH.COM - Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukanlah penyakit menular dan bisa dialami oleh siapa saja.

Hipertensi sering dianggap sebagai penyakit yang berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi yang parah.

Definisi dari hipertensi adalah suatu kelainan penyakit yang didapatkan karena adanya peningkatan tekanan darah.

Terdapat dua jenis peningkatan tekanan darah, yaitu peningkatan darah sistolik dan diastolik.

Istilah umumnya tekanan darah memiliki dua jenis yakni tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah.

Disebut tekanan darah tinggi apabila tekanan darah sistolik lebih dari 130mmHg dan disebut dengan tekanan darah diastolik ketika tekanan darah lebih dari 80mmHg.

ilustrasi seseorang yang sedang cek tekanan darah
ilustrasi seseorang yang sedang cek tekanan darah (kumparan.com)

Baca juga: Ini Usia Paling Tepat Lakukan Perawatan Kecantikan DNA Salmon, Simak dr. Ratu Suzanna Oswarie

dr. Mustopa menyampaikan bahwa tekanan darah tekanan darah yang mencapai diats 130mmHg sudah dikatakan pre-hipertensi.

Pre-hipertensi sudah mulai memasuki awal-awal gejala ke arah hipertensi, oleh karena itu perlu berhati-hati apabila tekanan darah sudah memasuki 130mmHg.

Ketika tekanan darah sudah memasuki 140mmHg berarti sudah memasuki hipertensi, dengan pengukuran minimal 2x waktu yang berbeda.

Dilihat dari penyebab hipertensi, terdapat dua jenis yakni:

2 dari 4 halaman

- Kondisi hipertensi primer

Penyebab dari hipertensi primer biasanya tidak diketahui, dan secara tiba-tiba mengalami tekanan darah tinggi.

Baca juga: Meski Berlangsung Sebentar, Stroke Ringan Tetap Memerlukan Tindakan Medis, Simak Gejala Berikut Ini

Kondisi ini paling banyak terjadi saat ini dan penyebabnya ialah Idiopatik atau tidak diketahui.

- Kondisi hipertensi sekunder

Penyebab dari peningkatan tekanan darah ini diakibatkan oleh penyakit tertentu misalnya, pasien dengan penyakit ginjal, tiroid, mengonsumsi obat-obatan tertentu, bahkan karena adanya gangguan organ tubuh yang bisa meningkatkan tekanan darah.

dr. Mustopa menyampaikan bahwa penyebab tekanan darah tinggi yang paling banyak, hampir 70-80% penyebabnya ialah idiopatik atau tidak diketahui.

Banyak faktor resiko penyebab dari tekanan darah tinggi, dan paling banyak disebabkan oleh:

- Pola hidup tidak sehat

Baca juga: Efek Samping Menggunakan Headset Muncul setelah Beberapa Tahun, Kenali Tanda Awalnya

Pasien yang mengonsumsi garam berlebih, konsumsi makanan tinggi kolesterol dan mengonsumsi minuman beralkohol bisa berpengaruh menjadi tekanan darah tinggi.

- Faktor resiko usia

3 dari 4 halaman

Makin tua usia semakin beresiko terjadinya peningkatan tekanan darah.

- Keturunan

Jika kedua orangtua memiliki riwayat tekanan drah tinggi, akan menyebabkan faktor resiko terjadinya darah tinggi.

- Kondisi badan

Seseorang yang mengalami obesitas atau berat badan yang belebih memiliki resiko terjadinya peningkatan tekanan darah.

Baca juga: Penggunaan Tusuk Gigi dengan Cara yang Tidak Benar akan Menimbulkan Masalah pada Gusi

- Faktor penyakit metabolik dalam tubuh misalnya, penyakit diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

Perlu diketahui bahwa penyakit metabolik dalam tubuh dapat memicu terjadinya faktor resiko hipertensi.

dr. Mustopa menyampaikan bahwa faktor pola makan, pola aktivitas dan pola hidup yang semakin tidak sehat pada usia diatas 30 tahun sudah beresiko mengalami tekanan darah tinggi.

Ketika sudah berusia 30 tahun dan tekanan darah sudah diatas 130mmHg harus berhati-hati apabila sudah mulai muncul gejala.

Saat ini usia 30 tahun sudah rentan beresiko mengalami tekanan darah tinggi, tetapi tidak menutu kemungkinan usia dibawah 30 tahun juga bisa beresiko.

4 dari 4 halaman

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health, bersama dengan dr. Mustopa, Sp.PD. Seorang dokter spesialis penyakit dalam RS Nirmala Suri Sukoharjo. Sabtu (7/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved