Breaking News:

dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine: Skoliosis di Atas 70 Derajat Bisa Menimbulkan Gangguan Organ Paru-paru

Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, skoliosis sebenarnya tidak berbahaya kalau sudutnya kecil.

kompas.com
Ilustrasi mengalami skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine tidak berbahaya kalau sudutnya kecil 

TRIBUNHEALTH.COM - Skoliosis ialah gangguan atau kelainan tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan abnormal pada tulang tersebut.

Diketahui jika normalnya tulang belakang membentuk kurva dari bahu ke bawah dan terlihat lurus dari belakang.

Tulang hanya akan terlihat sedikit melengkung apabila dilihat dari samping.

Sementara pada penderita skoliosis, tulang terlihat melengkung ke samping meskipun dilihat dari arah belakang.

Biasanya lengkungan membentuk huruf "S" atau huruf "C".

Baca juga: Mengenal Treatment HIFU Vagina yang Bisa Membuat Vagina Lebih Kencang, Begini Ulasan dr. Irmadani

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 29 Januari 2022.

Ilustrasi kelainan tulang belakang skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine sebut tipe skoliosis
Ilustrasi kelainan tulang belakang skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine sebut tipe skoliosis (kompas.com)

Baca juga: dr. Irmadani Intan Pratiwi Paparkan Jika Aplikator HIFU pada Wajah dan Vagina Berbeda

Pasalnya terdapat beberapa tipe skoliosis, diantaranya adalah:

- Skoliosis kongenital

Penyebab skoliosis kongenital adalah proses pembentukan tulang belakang yang tidak sempurna atau tumbuh normal saat bayi masih di dalam kandungan.

- Skoliosis idiopatik

2 dari 4 halaman

Pasalnya skoliosis idiopatik belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Hampir 80% penderita skoliosis masuk ke dalam kategori ini.

Baca juga: Begini Penanganan Skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine: Bisa Gunakan Brace Hingga Tindakan Operasi

- Skoliosis degeneratif

Skoliosis degeneratif terjadi karena kerusakan tulang belakang yang berlangsung secara perlahan.

Beberapa penyakit seperti parkinson dan osteoporosis dipercaya juga memicu terjadinya skoliosis tipe ini.

ilustrasi penderita skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine
ilustrasi penderita skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine biasanya tidak bisa pulih lurus kembali (tribunnews.com)

Dokter mengatakan jika seseorang yang sudah terkena skoliosis secara struktural biasanya tidak akan bisa pulih menjadi 0 derajat atau lurus kembali.

Skoliosis sebenarnya tidak berbahaya kalau sudutnya kecil.

Baca juga: Hati-hati, Penggunaan Infus Whitening yang Dijual Bebas Belum Tentu Aman Digunakan

"Yang kita khawatirkan adalah kalau sudutnya jadi besar," pungkasnya.

Skoliosis di atas 70 derajat bisa menimbulkan gangguan pada organ paru-paru.

"Jadi orang dengan skoliosis di atas 70 derajat biasanya cepat sesak, aktivitas ringan sudah sesak gitu," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

"Nah tapi kalau skoliosisnya ringan, 20 derajat atau 25 derajat itu biasanya kelainannya agak pegel-pegel," imbuhnya.

"Dan malah banyak yang nggak berkeluhan," ucap dr. Phedy.

Sehingga memang tidak heran jika banyak orang yang mengalami skoliosis namun tidak mengetahuinya.

"Kalau masih kecil dilihat nggak saya gapapa kok, tapi skoliosis inikan makin lama makin berat nih," terangnya.

"Suatu saat ketika semakin berat sekali keluhannya muncul, udah mulai sesak, jalan sebentar aja sesak, sakit pungung," timpalnya.

"Nah, itu baru pasien berobat. Ketika dia datang di fase itu, kondisinya sudah berbeda. Yang tadinya kita bisa menghindari operasi, mau nggak mau kita operasi gitu," jelas dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine.

Baca juga: Diare pada Anak di Bawah Usia 1 Tahun, Berbahayakah? Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K) Menjawab

Ilustrasi nyeri pada tulang belakang akibat skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine ungkap dalam kondisi parah bisa sebabkan sesak napas
Ilustrasi nyeri pada tulang belakang akibat skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine ungkap dalam kondisi parah bisa sebabkan sesak napas (kompas.com)

Umunya diagnosis skoliosis bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik.

Dimana pemeriksaan meliputi area tulang belakang, bahu, tulang rusuk, hingga pinggul.

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melihat adanya lengkungan abnormal atau tonjolan pada bagian tersebut.

Baca juga: Waspada Pemberian Susu Formula, Dokter Sebut Bisa Picu Diare Berat pada Anak

Penjelasan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 29 Januari 2022.

4 dari 4 halaman

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved