Breaking News:

Begini Penanganan Skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine: Bisa Gunakan Brace Hingga Tindakan Operasi

Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, terdapat beberapa faktor penanganan skoliosis yang harus diperhatikan.

health.grid.id
Ilustrasi nyeri tulang belakang akibat mengalami skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine jelaskan penanganannya 

TRIBUNHEALTH.COM - Skoliosis merupakan kelainan atau bentuk abnormal pada tulang belakang manusia.

Umumnya skoliosis berbentuk melengkung seperti huruf "S" atau "C".

Kondisi skoliosis yang parah bisa menimbulkan keluhan nyeri punggung dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Pasalnya risiko skoliosis dua kali lebih besar terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Sebagai informasi, umumnya skoliosis terjadi akibat faktor keturunan atau bawaan.

Dimana orang-orang yang mengalami skoliosis memungkinkan memiliki anak dengan kondisi skoliosis juga.

Dokter menuturkan jika kondisi ini lebih sering terjadi pada usia anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10 sampai 15 tahun.

Baca juga: Diare pada Anak di Bawah Usia 1 Tahun, Berbahayakah? Prof. Dr. dr. Harsono Salimo Sp. A (K) Menjawab

Ilustrasi penderita skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine sebut dalam keadaan parah bisa menimbulkan nyeri
Ilustrasi penderita skoliosis, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine sebut dalam keadaan parah bisa menimbulkan nyeri (tribunnews.com)

Baca juga: Normalkah Bau Mulut saat Berpuasa? Begini Tanggapan drg. Ummi Kalsum, MH. Kes., Sp.KG

Apabila kondisi skoliosis dibiarkan, lengkungan pada tulang belakang bisa memburuk dan menyebabkan gangguan pernapasan hingga menimbulkan nyeri.

"Kalau skoliosis yang kongenital, yang bawaan lahir itu biasanya sering nggak ketahuan," ujar dr. Phedy.

"Kecuali kalau si anak ini ada suatu kondisi yang memerlukan dia di rontgen, itu baru ketahuannya betulan," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 29 Januari 2022.

dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine menambahkan jika seiring bertambahnya waktu, skoliosis kongenital bisa tumbuh sangat berat.

Nah ketika skoliosis kongenital ini mulai berat biasanya akan terlihat oleh mata secara awam.

Baca juga: Waspada Pemberian Susu Formula, Dokter Sebut Bisa Picu Diare Berat pada Anak

Ilustrasi kelainan tulang belakang skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine seiring bertambahnya waktu skoliosis kongenital bisa tumbuh sangat berat
Ilustrasi kelainan tulang belakang skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine seiring bertambahnya waktu skoliosis kongenital bisa tumbuh sangat berat (kompas.com)

Mengetahui penanganan skoliosis

Menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine terdapat beberapa faktor penanganan skoliosis yang harus diperhatikan.

"Yang pertama itu adalah beratnya skoliosisnya," ucap dokter.

Biasanya dari hasil foto rontgen, bisa diukur sudut skoliosis yang dialami oleh pasien.

Jika sudut yang didapat antara 0-30 derajat, biasanya dokter akan melakukan observasi saja.

Baca juga: Ingin Wajah Glowing? Ini Waktu yang Tepat Melakukan Perawatan yang Disarankan oleh Dokter

Observasi yang dilakukan tidak perlu tindakan operasi dan tidak perlu pemberian obat-obatan atau alat khusus.

Biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan olahraga exercise agar ototnya fit.

3 dari 3 halaman

Jika sudutnya antara 30-45 derajat, biasanya dokter akan memakaikan brace atau kerangkan penyangga.

"Brace itu kaya korset khusus yang dari fiber untuk nahan supaya nggak tambah bengkok," terang dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine.

Apabila sudut menunjukkan diatas 45 derajat, dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi.

Ilustrasi skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine jika lebih dari 45 derajat dokter sarankan untuk operasi
Ilustrasi skoliosis, menurut dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine jika lebih dari 45 derajat dokter sarankan untuk operasi (Tribun - Timur)

"Kenapa, karena dari kerusakkan yang ada kalau sudutnya 45 derajat biasanya makin bengkok, makin bengkok," pungkasnya.

"Jadi sudut ini hampir dipastikan akan nambah semakin bengkok, sehingga kita mesti intevensi," lanjutnya.

Intervensi harus dilakukan sedini mungkin

Jadi jangan sampai tadinya misalkan kita udah tahu nih dari 30 derajat yang harus kita bisa brace, tapi pasiennya menunda-nunda, akhirnya datang lagi udah 70 derajat sehingga kita tidak bisa lagi pilih opsi brace, kita mesti pilih operasi. Nah, penanganan ini kita sebut terlambat," timpalnya.

Baca juga: Mengenal Skoliosis yang Bisa Memengaruhi Bentuk Tulang Belakang Menjadi Tidak Simetris

Penjelasan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang, dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Sehat edisi 29 Januari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved