Breaking News:

Prof. Wiku Adisasmito: Kunci Ibadah Ramadhan Tenang dan Aman dengan Proteksi Maksimal dan Berlapis

Menurut Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD vaksin dosis kedua dan vaksin booster harus terus ditingkatkan lagi cakupannya.

Pixabay
Ilustrasi virus Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD paparkan kunci ibadah Ramadhan yang tenang dan aman selama pandemi 

TRIBUNHEALTH.COM - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD menuturkan jika salah satu cara yang mudah, murah, dan efektif dalam mencegah virus menular dan menyebar dalam masyarakat adalah disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Meskipun saat ini syarat perjalanan tidak perlu lagi menggunakan antigen maupun PCR, namun testing tetap penting untuk dilakukan ketika mengalami gejala maupun berkontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Angka testing harus terus ditingkatkan agar tidak ada orang positif yang tidak teridentifikasi di tengah-tengah masyarakat.

Testing sebaiknya dilakukan bukan hanya karena syarat perjalanan, melainkan perlu untuk dipahami jika fungsi utama testing yaitu satu-satunya cara untuk membedakan orang positif diantara orang sehat.

Untuk itu, jujur dan berinisiatif untuk segera tes ketika merasa bergejala dan kontak erat adalah kunci untuk mencegah penularan semakin meluas.

Baca juga: Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC Menuturkan Jika Kasus Aritmia di Indonesia Semakin Meningkat

Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD ungkap upaya mencegah penularan
Ilustrasi melindungi diri dari Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD ungkap upaya mencegah penularan (Freepik.com)

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 29 Maret 2022.

Vaksin dosis kedua dan vaksin booster harus terus ditingkatkan lagi cakupannya.

Secara nasional, vaksin dosis dua harus terus ditingkatkan hingga setidaknya 70% dan vaksin booster harus ditingkatkan pada populasi rentan dan lansia, terutama pada provinsi-provinsi yang menjadi tujuan mudik seperti pulau Jawa.

Baca juga: Kanker Payudara adalah Satu dari Sedikit Kanker yang Bisa Dideteksi Melalui Pemeriksaan Sendiri

"Pada Gubernur, Bupati dan Walikota dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY untuk terus memantau data vaksinasi dosis kedua dan booster di wilayahnya dan harus ditingkatkan," ujar Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD.

Kunci ibadah tenang dan aman di bulan Ramadhan adalah dengan proteksi maksimal dan berlapis, yaitu sadar testing dan segera vaksin booster ditambah protokol kesehatan seperti disiplin memakai masker dan mencuci tangan sehingga tercipta mudik dan berlebaran bersama keluarga yang semakin aman Covid-19.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19, menurut Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD vaksinasi dosis kedua dan booster harus diperluas cakupannya
Ilustrasi vaksinasi Covid-19, menurut Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD vaksinasi dosis kedua dan booster harus diperluas cakupannya (Freepik.com)

Mengingat tinggal menghitung hari umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan yang ketiga di masa pandemi, dengan ini diperlukan kesiapan untuk melakukan aktivitas khususnya peribadatan dan tradisi rutin agar dapat terselenggara dengan aman dan tidak menimbulkan penularan.

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan segera merilis Surat Edaran terkait protokol kesehatan selama menjalankan praktik ibadah Ramadhan.

Baca juga: Selain Menyesuaikan Tipe Kulit Wajah, Simak Tips Memilih Produk Kecantikan yang Digunakan

Namun pada prinsipnya, pengaturan yang diatur akan tetap memenuhi aspek dasar protokol kesehatan, diantaranya adalah mengadakan ibadah berjamaah seperti sholat tarawih, sholat wajib maupun itikaf dengan tetap memperhatikan kapasitas maksimal termasuk tidak membuat kerumunan di titik tertentu sebelum dan sesudah beribadah.

Umumnya pengaturan ini diatur oleh pemerintah daerah setempat yang mengacu kepada surat edaran Kementerian Agama maupun instruksi Menteri Dalam Negeri sesuai level Kabupaten dan Kota masing-masing.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD ingatkan untuk patuh protokol kesehatan
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD ingatkan untuk patuh protokol kesehatan (Freepik.com)

Baca juga: Tak Hanya Gusi yang Bengkak dan Meradang, Penyakit Periodontal Bisa Ditandai dengan Bau Mulut

Penjelasan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 29 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved