Breaking News:

Perbedaan Dermatitis Kontak dan Atopik, Salah Satunya Banyak Terjadi pada Bayi

Meski banyak terjadi pada usia di bawah satu tahun, bukan tidak mungkin jenis ini bisa terjadi pada orang dewasa

kompas.com
ilustrasi dermatitis atopik 

TRIBUNHEALTH.COM - Dua di antara jenis dermatitis atau eksim adalah dermatitis kontak dan atopik.

Seperti namanya, dermatitis ini terjadi setelah dipicu oleh kontak dengan zat tertentu.

National Health Service (NHS) memaparkan, eksim sendiri merupakan sekelompok kondisi yang menyebabkan kulit menjadi kering dan teriritasi.

Dermatitis kontak biasanya membaik atau hilang sepenuhnya jika zat penyebab masalah diidentifikasi dan dihindari

Namun orang yang mengalami terkadang tetap perlu perawatan untuk meringankan gejala.

Gejala

Ilustrasi penyakit dermatitis
Ilustrasi penyakit dermatitis (tribunnews.com)

Baca juga: dr. Melly Mayasari, Sp.DV Paparkan Aturan Penggunaan Pelembab Bagi Penderita Dermatitis Atopik

Baca juga: dr. Melly : Ruam-ruam Merah pada Anak Tidak Boleh Disepelekan, Bisa Saja Menandakan Dermatitis

Dermatitis kontak menyebabkan kulit menjadi gatal, melepuh, kering dan pecah-pecah.

Kulit yang lebih terang bisa menjadi merah, dan kulit yang lebih gelap bisa menjadi coklat tua, ungu, atau abu-abu.

Reaksi ini biasanya terjadi dalam beberapa jam atau hari setelah terpapar iritan atau alergen.

Gejala dapat mempengaruhi bagian tubuh manapun tetapi paling sering pada tangan dan wajah.

2 dari 4 halaman

Penyebab dermatitis kontak

Dermatitis kontak dapat disebabkan oleh:

  • Iritasi – zat yang secara langsung merusak lapisan luar kulit
  • Alergen – zat yang menyebabkan sistem kekebalan merespons dengan cara yang memengaruhi kulit

Dermatitis kontak paling sering disebabkan oleh iritasi seperti sabun dan deterjen, pelarut, atau kontak biasa dengan air.

Perlu diketahui ada dermatitis yang lain selain kontak.

Dermatitis Atopik

Ilustrasi gejala dermatitis atopik
Ilustrasi gejala dermatitis atopik (tribunnewswiki.com)

Baca juga: Penderita Dermatitis Atopik Wajib Gunakan Pelembab untuk Mencegah Kekambuhan, Simak Ulasan dr. Melly

Baca juga: Dermatitis Atopik Dapat Diobati dengan Kortikosteroid Topikal, Perlu Konsultasi dan Resep Dokter

Dermatitis atopik (dikenal juga sebagai eksim atopik) adalah bentuk eksim yang paling umum, suatu kondisi yang menyebabkan kulit menjadi gatal, kering, dan pecah-pecah.

Eksim atopik lebih sering terjadi pada anak-anak, sering berkembang sebelum menginjang usia satu tahun.

Tetapi mungkin juga berkembang untuk pertama kalinya pada orang dewasa.

Ini biasanya merupakan kondisi jangka panjang (kronis), meskipun dapat membaik secara signifikan, atau bahkan hilang sama sekali, pada beberapa anak seiring bertambahnya usia.

Gejala dermatitis atopik

3 dari 4 halaman

Dermatitis atopik menyebabkan kulit menjadi gatal, kering, pecah-pecah dan perih.

Beberapa orang hanya memiliki bercak-bercak kecil pada kulit kering, tetapi yang lain mungkin mengalami kulit meradang yang meluas di seluruh tubuh.

Kulit yang meradang bisa menjadi merah pada kulit yang lebih terang, dan coklat gelap, ungu atau abu-abu pada kulit yang lebih gelap.

Ini juga bisa lebih sulit dilihat pada kulit yang lebih gelap.

Meskipun dermatitis atopik dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun, jenis ini paling sering memengaruhi tangan, bagian dalam siku, bagian belakang lutut, serta wajah dan kulit kepala pada anak-anak.

Orang dengan dermatitis atopik biasanya mengalami periode ketika gejalanya kurang terlihat, serta periode ketika gejala menjadi lebih parah (flare-up).

Penyebab pasti dari eksim atopik tidak diketahui, tetapi jelas itu bukan karena satu hal.

Ilustrasi gatal akibat dermatitis
Ilustrasi gatal akibat dermatitis (Freepik)

Baca juga: Waspada, Penggunaan Steroid Topikal Jangka Panjang Menjadi Penyebab Peioral Dermatitis

Baca juga: Dermatitis Atopik Ditandai dengan Kondisi Kulit Memerah, Kering dan Pecah-pecah

Dermatitis atopik sering terjadi pada orang yang mengalami alergi.
"Atopik" sendiri berarti kepekaan terhadap alergen.

Ini dapat terjadi dalam sebuah keluarga, dan sering berkembang bersamaan dengan kondisi lain, seperti asma dan demam.

Gejala dermatitis atopik seringkali memiliki pemicu tertentu, seperti sabun, deterjen, stres dan cuaca.

4 dari 4 halaman

Terkadang alergi makanan dapat berperan, terutama pada anak kecil dengan eksim parah.

NHS menyarankan untuk membuat buku harian makanan untuk mencoba menentukan apakah makanan tertentu memperburuk gejala.

Tes alergi biasanya tidak diperlukan, meskipun terkadang membantu dalam mengidentifikasi apakah alergi makanan dapat memicu gejala.

Jenis lain

  • Eksim diskoid – bercak eksim melingkar atau oval pada kulit
  • Varises eksim – ini paling sering mempengaruhi kaki bagian bawah; itu disebabkan oleh masalah dengan aliran darah melalui pembuluh darah kaki.

Baca berita tentang kesehatan umum lainnya di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved