TRIBUNHEALTH.COM - Diketahui hampir 85% anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia mengalami karies gigi.
Karies gigi merupakan kerusakan jaringan pada permukaan gigi yang merambat sampai bagian pulpa.
Pasalnya dari sekian banyak karies gigi, salah satu yang paling sering dialami oleh anak-anak yaitu karies botol.
Karies botol merupakan kondisi gigi berlubang yang terjadi akibat adanya sisa minuman yang masih melekat pada gigi anak dalam kurun waktu yang cukup lama.
Baca juga: dr. Muhammad Singgih Mugraha, Sp.B Sebut Jika Ukuran Benjolan Hernia Bemacam-macam
Hal ini disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Biasanya karies botol terjadi pada gigi bagian rahang atas.
Hal ini terjadi akibat anak tertidur dengan masih minum susu dari botol, maka posisi susu akan menggenangi gigi rahang atas.
Sementara air liur akan menggenangi bagian permukaan bawah, dimana berfungsi sebagai pembersihan alami rongga mulut.
Itulah mengapa, gigi rahang bawah anak akan lebih jarang mengalami karies susu botol.
Baca juga: Begini Pesan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS Agar Tak Terinfeksi Human Papillomavirus (HPV)
Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA membenarkan jika produksi air liur di bagian bawah akan lebih banyak.
Menurutnya kelenjar-kelenjar air liur atau saliva lebih banyak di rongga mulut bagian bawah dibanding bagian atas.
Akibat produksi air liur yang banyak pada bagian bawah, sehingga terjadilan pembersihan secara alami terus menerus.

Selain itu, adanya lidah yang bergerak pada saat anak berbicara juga bisa membantu membersihkan rongga mulut secara alami pada bagian permukaan bawah.
"Jadi pada saat anak tidur dengan minum susu, maka yang terkena pertama adalah bagian atas," terangnya.
Kondisi ini terjadi terutama pada malam hari.
Baca juga: Apa Saja Kandungan Kosmetik yang Perlu Dihindari setelah Treatment Vampire Facial? Dokter Menjawab
Berdasarkan penuturan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA pada saat malam hari produksi air liur akan berkurang.
Sehingga hal ini dapat mempercepat proses terjadinya karies pada gigi anak.

Baca juga: Terapi PRP Tidak Hanya Digunakan di Area Wajah, Namun Juga di Area Lain secara Bersamaan
Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.
(Tribunhealth.com/Dhianti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.