Breaking News:

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Ungkap Hal-hal yang Menjadi Indikator Menuju Situasi Endemi

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kita dapat mengakhiri situasi pandemi jika ada kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat dan sektor lainnya

screenshot/tribunnews.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid paparkan hal-hal yang akan menjadi indikator dan dalam rangka menuju situasi endemi 

TRIBUNHEALTH.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau wilayah yang masih dengan cakupan vaksinasi rendah untuk dapat kembali menyusun strategi untuk meningkatkan cakupannya.

Sesuai rekomendasi para ahli, Indonesia sudah mulai memberikan vaksin untuk anak sejak akhir tahun 2021 dengan pencapaian yang sangat cepat.

Saat ini provinsi Bali dan Yogyakarta menjadi 2 provinsi yang telah mencapai cakupan vaksinasi anak lebih dari 70% baik untuk dosis satu dan dosis kedua.

Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan jika pemerintah akan selalu memberikan update situasi Covid-19 terbaru yang dapat diakses oleh publik melalui website Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari upaya transparasi dan juga sebagai bagian upaya agar respons pandemi menjadi milik kita bersama.

Baca juga: Menurut dr. Irmadani Intan Pratiwi Para Pria Juga Perlu Melakukan Perawatan Wajah Seperti Wanita

Ilustrasi vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk
Ilustrasi vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk dapat kembali menyusun strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi (Pexels.com)

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 08 Maret 2022.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menuturkan jika kita dapat mengakhiri situasi pandemi ini jika ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat serta sektor-sektor lainnya termasuk media dan juga sektor swasta untuk segera menuju fase endemi yang diharapkan.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ingatkan untuk segera mengikuti vaksinasi karena vaksin aman dan bermanfaat serta untuk tidak pilih-pilih vaksin.

Baca juga: Selain Karena Penumpukan Karang Gigi, Periodontitis Bisa Disebabkan oleh Penyakit Sistemis

Masyarakat diimbau untuk selalu patuh terhadap protokol kesehatan di manapun kita semua berada.

Sebelum endemi ini tercapai, yang harus kita lakukan adalah fase pengendalian pandemi dan fase praendemi.

Dalam masa pengendalian endemi ada indikator-indikator yang harus ditetapkan dan masih dibahas dengan para ahli untuk bisa memastikan jika pada track yang benar untuk mencapai kondisi endemi.

Beberapa hal yang sudah menjadi pertimbangan misalnya transmisi komunitas pada level 1, cakupan vaksinasi minimal 70%, indikator-indikator seperti testing dan tracing sesuai dengan standar yang ada.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk patuhi protokol kesehatan
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid imbau untuk patuhi protokol kesehatan (Freepik.com)

Selain itu, yang pasti adalah laju penularan yang diukur dengan production rate kurang dari 1 dalam kurung waktu tertentu.

Itulah beberapa hal-hal yang akan menjadi indikator dan dalam rangka menuju situasi endemi beberapa kelonggaran aktivitas masyarakat yang dilakukan.

Pelonggaran protokol kesehatan tentunya akan dinilai sesuai dengan keadaan tren.

Baca juga: Mengenal Gejala dan 6 Jenis Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA), Penyakit Radang Sendi pada Remaja

Penjelasan Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 08 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved