Breaking News:

dr. Vonny Ovia Sebut Semua Jenis dan Kondisi Kulit Bisa Melakukan Suntik Botox

Botox memiliki cara kerja di bagian otot bukan bekerja di jaringan kulit, sehingga tidak akan mempengaruhi kondisi kulit.

tribunnews.com
ilustrasi botox 

TRIBUNHEALTH.COM - Perawatan botox atau Botulinum Toxin adalah perawatan yang dilakukan dengan prosedur penyuntikan.

Penyuntikan tersebut disuntikkan pada otot-otot wajah yang ingin dilakukan koreksi.

Pasalnya saat kita tersenyum, akan terbentuk kerutan pada garis senyum, kerutan pada sekitar mata, dan bahkan saat menggerakan alis juga dapat menimbulkan kerutan pada dahi.

Botox tersebut akan disuntikan pada otot-otot yang menimbulkan kerutan, saat disuntikkan pada otot, maka otot tersebut akan lebih rileks.

Sehingga ketika kita menggerakkan alis atau sedang tersenyum, tidak akan terjadi kerutan lagi.

Botox sendiri memiliki kegunaan dan manfaat untuk menghilangkan kerutan pada wajah dan mengencangkan kulit.

Dilansir TribunHealth.com, dr. Vonny Ovia R, Dipl. CIBTAC memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Baca juga: Tidak Semua Penirusan Pipi Bisa Dilakukan dengan Botox, Begini Ulasan dr. Vonny Ovia

ilustrasi botox
ilustrasi botox (tribunnews.com)

Menurut dr. Vonny perawatan botox boleh dilakukan oleh semua orang dengan semua jenis kulit, mulai dari kulit normal hingga kulit sensitif bisa melakukan botox.

Tak hanya itu saja, seseorang dengan permasalahan jerawat dan kulit kering juga dapat melakukan botox.

Pada dasarnya botox ini tidak ada hubungannya dengan kondisi dan jenis kulit.

2 dari 2 halaman

Botox memiliki cara kerja di bagian otot bukan bekerja di jaringan kulit, sehingga tidak akan mempengaruhi kondisi kulit saat melakukan botox.

Penyuntikan botox untuk merilekskan otot-otot wajah, sehingga dapat mengurangi kerutan yang terbentuk.

dr. Vonny memaparkan penyuntikan botox akan memberikan efek kira-kira 2 hari sampai dengan 3 hari sudah bisa dirasakan perbedaannya.

Botox akan mulai bekerja secara maksimal 7 hari setelah dilakukan penyuntikan dan bertahap serta bertahan dengan estimasi 4 bulan hingga 6 bulan.

Baca juga: Selain untuk Mencegah Kerutan, Botox Dimanfaatkan untuk Penanganan Saraf, Begini Ulasan dr. Vonny

Setelah melakukan penyuntikan botox, otot-otot disekitar dahi dan sekitar mata tidak bisa lagi digerakkan, sehingga kerutan tidak akan terbentuk dan muncul.

dr. Vonny menuturkan, bagi seseorang yang baru pertama kali melakukan botox, akan memiliki ketahanan lebih lama yaitu bisa bertahan hingga 8 bulan.

Setelah ketahanan botox selesai atau jika sudah 6 bulan hingga 8 bulan, penyuntikan botox bisa di ulang kembali.

Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Vonny Ovia R, Dipl. CIBTAC dalam tayangan YouTube Tribun Lampung News Video pada 10 Januari 2022.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/IR)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved