Breaking News:

Adakah Tanda-tanda Bahwa Pola Makan yang Dilakukan Sudah Benar? Begini Jawaban Ahli Gizi

Asam lambung merupakan penyakit pencernaan yang ditandai dengan munculnya rasa terbakar pada bagian dada. Asam lambung bisa kambuh akibat pola makan.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang melakukan pola makan tepat 

TRIBUNHEALTH.COM - Naiknya asam lambung bisa dialami oleh remaja hingga orangtua.

Asam lambung adalah munculnya rasa terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Kadar asam lambung yang naik bisa menyebabkan kadar keasaman lambung menjadi tinggi.

Sehingga dapat mengakibatkan tubuh mengalami gangguan pada pencernaan, kerongkongan, dan mulut.

Naiknya asam lambung bisa ditandai dengan beberapa gejala.

Salah satu gejala khas dari asam lambung adalah munculnya rasa panas pada bagian dada.

ilustrasi seseorang yang melakukan pola makan tepat
ilustrasi seseorang yang melakukan pola makan tepat (freepik.com)

Baca juga: Waspada, Luka yang Tidak Diketahui dan Tidak Terasa, Bisa Jadi Asal Mula Luka Diabetes

Produksi asam lambung yang berlebihan dapat merusak fungsi dan kondisi lambung.

Meskipun asam lambung tidak menyebabkan kematian, bukan berarti keadaan tersebut boleh disepelekan.

Apabila asam lambung tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada kesehatan penderitanya.

Pada dasarnya penderita asam lambung meskipun telah sembuh dari suatu gejala yang parah, dapat mengalami kekambuhan berulang.

2 dari 4 halaman

Sehingga ia tetap harus menjaga dietnya, karena kekambuhan asam lambung ini bisa terjadi kapan saja jika pola makan tidak benar.

Pada penderita asam lambung tidak hanya jenis maknanan saja yang diperhatikan, namun juga pada jumlah, dan frekuensinya.

Baca juga: Kapten Kes dr. Dedi Purnomo, Sp. M Jelaskan Penyebab Mata Silinder atau Astigmatisme

Makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita asam lambung adalah yang bertekstur lembut dan tidak terlalu keras.

Makanan pokok berupa nasi atau yang lain, masaklah dengan kandungan air yang lebih dari biasanya, sehingga tekstur lebih lembut.

Minuman yang harus dihindari adalah kafein, minuman bersoda dan beralkohol, coklat dan olahannya, beras ketan dan olahannya.

Beberapa makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas, buah-buahan yang asam dan megandung gas (jeruk, tomat, strawberry, nangka, durian). sayuran mentah (masak dulu sayuran sebelum dimakan hingga lebih empuk dan mudah dicerna), sayuran mengandung gas (kol, brokoli, kobis), roti yang mengandung bahan pengembang jangan dikonsumsi saat perut kosong.

Aturan makan pada penderita asam lambung adalah makan porsi kecil tapi sering.

Baca juga: Ketahui Dampak yang Terjadi Jika Mengunyah Hanya Menggunakan Satu Sisi Saja, Begini Kata drg. Tajrin

Meskipun penderita asam lambunh ingin segera menaikkan berat badan, tidak benar jika pasien yang sembuh dari asam lambung langsung makan dalam jumlah besar.

Penderita asam lambung jika makan dalam jumlah besar dapat menimbulkan tekanan dalam perut dan menyebabkan muntah (refluks).

Aturan makan pendrita asam lambung yakni makan yang biasanya 3 kali makan utama dan 2 kali snack dalam sehari, gantilah dengan misalnya 5 kali makan utama dan 2 kali snack.

3 dari 4 halaman

Makan cukup sekitar 4-5 sendok makan setiap kali makan, senyaman perut anda rasakan dan berhentilah sebelum kenyan dan bisa makan kembali setelah 2 atau 3 jam kemudian.

Baca juga: Studi Ilmiah Ungkap Sayur yang Diawetkan Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Perut

Penderita asam lambung perlu menghindari kebiasaan menahan lapar dan makan terlalu kenyang.

Seseorang dengan asam lambung tidak diperbolehkan menahan lapar dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan jumlah asam lambung di perut dan akhirnya akan melukai dinding asam lambung.

Penderita asam lambung yang ingin menambah berat badan harus mengonsumsi asupan gizi lengkap berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Asupan gizi lengkap ini bisa didapat dengan melengkapkan komposisi makanan setiap makan utama yaitu wajib adanya makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah.

Bagi penderita asam lambung yang ingin menambah berat badan disarankan untuk pilih camilan yang padat gizi, yang juga terkandung protein, vitamin dan mineral, jangan hanya karbohidrat (tepung-tepungan) dan gula saja.

Baca juga: Setengah dari Penyintas Covid-19 Gelombang Pertama Alami Perubahan Permanen pada Indra Penciuman

Camilan yang mengandung padat gizi sebagai contoh, tahu goreng dengan telur puyuh, wortel dan buncis, pisang goreng bisa ditambahkan saus kacang, pastel isi ayam, roti isi daging, dan lain sebagainya.

Hindari berbaring setelah makan.

Duduklah sekitar 1 jam setelah anda makan, baru bisa berbaring atau tidur.

Langsung berbaring setelah makan dapat menyebabkan refluks.

4 dari 4 halaman

Peningkatan berat badan pada penderita asam lambung tidak perlu langsung naik dengan cepat, asal pola makan yang dilakukan sudah benar.

Adakah tanda-tanda bahwa pola makan yang dilakukan sudah benar?

Berikut adalah penjelasan Winda Irwanti, seorang Ahli Gizi Profesional.

Winda Irwanti merupakan lulusan sarjana dari Universitas Gadjah Mada, dengan jurusan S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran.

Baca juga: drg. Tajrin: Ketidakharmonisan Antar Rahang Atas & Bawah Bisa Diperbaiki dengan Rekonstruksi Rahang

Setelah lulus dari pendidikan sarjana, ia melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, minat Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Pada tahun 2011 sampai dengan sekarang ia adalah seorang dosen pada Program Studi Gizi di Universitas Alma Ata Yogyakarta.

Kemudian pada tahun 2012 sampai tahun 2015 beliau menjadi Ketua Program Studi Gizi Universitas Alma Ata.

Selain itu, dari tahun 2019 sampai dengan sekarang ia juga berperan sebagai konsultan food product pada beberapa industri kuliner di Yogyakarta.

Profil lengkap Winda Irwanti bisa dilihat disini.

Baca juga: drg. Anastasia: Meski Kerusakan Gigi Masih Kecil dan Belum Menunjukkan Gejala, Segera ke Dokter Gigi

Pertanyaan:

Adakah tanda-tanda bahwa pola makan yang dilakukan sudah benar?

Anggra, Solo

Winda Irwanti menjawab:

Pola makan yang sudah benar ditandai dengan semakin jarangnya atau bahkan tidak adanya kekambuhan gejala asam lambung.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved