Breaking News:

WHO Prediksi Setengah Populasi Eropa Bakal Terinfeksi Omicron dalam Dua Bulan ke Depan

Pihak WHO menyebut varian omicron akan berdampak paling parah di mana tingkat inokulasi lebih rendah

AFP/JOE KLAMAR
ILUSTRASI Covid-19 di Eropa --- FOTO: Kerumunan berjalan di jalan perbelanjaan terkenal Mariahilferstrasse, di Wina, Austria pada 19 November 2021 - Eropa memperluas suntikan booster dan memperketat pembatasan di tengah lonjakan kasus Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari setengah populasi Eropa akan terinfeksi virus corona varian omicron dalam dua bulan ke depan.

Hans Kluge, direktur WHO Eropa, mengatakan kawasan itu telah mencatat lebih dari 7 juta kasus baru pada minggu pertama tahun 2022, dilansir TribunHealth.com dari The Guardian, Selasa (11/1/2022).

Angka tersebut dua kali lipat dari dua minggu sebelumnya, dengan lebih dari 1% populasi tertular Covid-19 setiap minggu di 26 negara.

Kluge mengatakan varian omicron telah dilaporkan di 50 dari 53 negara bagian di kawasan Eropa dan menjadi dominan di Eropa barat.

“Pada tingkat ini, lebih dari 50% populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam enam hingga delapan minggu ke depan,” katanya.

Baca juga: Cegah Omicron Meluas, Pemerintah Buat Ketentuan WNA yang Bisa Memasuki Indonesia

Baca juga: Pasca Omicron Muncul, Satgas Himbau Masyarakat Terus Memantau akurasi alat uji diagnostik

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Kluge memprediksi varian ini akan berdampak paling parah di mana tingkat inokulasi lebih rendah, seperti Eropa tengah dan timur.

“Kita belum melihat dampak penuhnya di negara-negara di mana serapan vaksinasi lebih rendah, dan di mana kita akan melihat penyakit yang lebih parah pada yang tidak divaksinasi”.

Di Denmark, katanya, di mana kasus Omicron "meledak dalam beberapa pekan terakhir", tingkat rawat inap Covid-19 untuk pasien yang tidak divaksinasi selama minggu Natal enam kali lebih tinggi daripada mereka yang divaksinasi lengkap.

Terlepas dari bukti bahwa Omicron lebih mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas daripada paru-paru, menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya, WHO mengatakan terlalu dini untuk mulai memperlakukan virus corona sebagai penyakit endemik.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved