Breaking News:

Bronkiolitis Dapat Sebabkan Batuk pada Anak, Bisa Pakai Madu untuk Legakan Tenggorokan

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan madu untuk anak-anak

pixabay.com
ilustrasi anak yang mengalami batuk akibat bronkiolitis 

TRIBUNHEALTH.COM - Batuk adalah mekanisme pertahanan alami yang digunakan tubuh untuk membersihkan jalan napas dan menghilangkan mikroba dan benda asing.

Orang sering menghasilkan batuk kering, juga disebut batuk nonproduktif, untuk menghilangkan rasa gatal atau iritasi di tenggorokan.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada anak, di mana salah satu penyebabnya adalah bronkiolitis.

Bronkiolitis adalah infeksi virus yang umum pada bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun, dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today.

Pembengkakan saluran udara kecil (bronkiolus) membuat sulit bernapas, menyebabkan mengi dan batuk.

Baca juga: Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A (K) Ungkap Alasan Terjadinya Batuk Meskipun Sudah Negatif Covid-19

Baca juga: Ketahui Perbedaan Batuk Biasa dengan Batuk Tanda AIDS dari dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

ilustrasi batuk pada anak
ilustrasi batuk pada anak (Kompas.com)

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology, anak-anak prasekolah yang pergi ke tempat penitipan anak dapat mengembangkan sekitar delapan infeksi virus pernapasan dalam setahun.

Biasanya, setiap infeksi akan berlangsung selama 10 hari.

Jika batuk anak terjadi menjelang akhir infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, dan hilang dalam 1-2 minggu, orang tua atau pengasuh biasanya tidak perlu melakukan tindakan khusus untuk mengobati batuk.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), batuk saat pilek dapat membantu tubuh mengeluarkan lendir dari saluran udara.

Mekanisme ini rupanya bisa melindungi paru-paru.

Baca juga: dr. Sandi Beri Penjelasan Mengenai Penanganan Anak yang Mudah Tertular Flu dan Batuk

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Jelaskan Mengapa Anak Demam dan Batuk setelah Hujan-hujanan

ilustrasi batuk pada anak
ilustrasi batuk pada anak (Kompas.com)

Namun, jika batuknya kering atau tidak produktif, pengasuh harus memastikan bahwa anak minum banyak cairan dan minuman hangat untuk membantu melegakan tenggorokannya.

Pengasuh juga dapat mencoba memberikan madu kepada anak, tetapi hanya jika anak berusia 12 bulan atau lebih.

Bayi di bawah usia ini tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tertentu yang mungkin ada dalam madu.

Sebuah tinjauan tahun 2021 menemukan bahwa madu lebih baik daripada pengobatan standar untuk batuk dalam mengurangi gejala, keparahan, dan frekuensi infeksi saluran pernapasan atas.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved