Breaking News:

Inilah Kondisi yang Paling Banyak Menyebabkan Seseorang Alami Anemia

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai kondisi yang paling banyak menyebabkan anemia.

freepik.com
Ilustrasi anemia-simak penjelasan dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM mengenai kondisi yang paling banyak menyebabkan anemia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Salah satu penyakit pada sistem peredaran darah ialah anemia.

Anemia ditandai dengan kurangnya darah pada tubuh (darah rendah).

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM menuturkan faktor paling banyak menyebabkan kondisi anemia.

Baca juga: Sederet Nutrisi yang Perlu Dipenuhi untuk Hindari Anemia, Zat Besi hingga Asam Folat

Menurutnya, faktor terbanyak terjadinya anemia terutama di Indonesia atau negara berkembang, adalah anemia defisiensi zat besi.

Anemia defiesien zat besi merupakan salah satu jenis anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi.

ilustrasi mengalami anemia
ilustrasi mengalami anemia (kompas.com)

Bisa juga karena kekurangan nutrisi, perdarahan kronik, atau cacingan yang bisa terjadi pada anak-anak di sejumlah daerah.

"Tetapi yang paling banyak adalah perdarahan kronik atau kekurangan zat besi," tambah Lugyanti.

Selanjutnya, yaitu penyakit Talasemia.

Baca juga: Talasemia Bisa Sebabkan Kematian, Ketahui Faktor Pemicunya dari dr. Olga Rasiyanti Siregar Sp.A(K).

Adalah suatu penyakit genetik yang diturunkan.

Penyakit ini cukup banyak terjadi di Indonesia.

Ilustrasi penyakit thalasemia
Ilustrasi penyakit thalasemia (Kompas.com)

Baca juga: Ketahui Rentang Waktu yang Dibutuhkan Penyandang Talasemia Melakukan Transfusi Darah

Kondisi ini bisa diketahui dari sel darah yang berukuran kecil dan pucat.

Bila sudah demikian, maka perlu mendapatkan tindak lanjut yang lebih baik.

"Jadi kalau misalnya ada seseorang dengan kondisi anemia, yang penting kita lihat selain dari penyebabnya, adalah apakah di keluarganya ada yang Hbnya rendah juga," ungkap Lugyanti.

Batas Minimum

Seseorang dinyatakan mengalami anemia ditentukan dengan kadar hemaglobin yang dimiliki.

Bila anemia diderita oleh seorang laki-laki, maka hemoglobin yang dimiliki kurang dari 13 g/dL.

Anemia
Anemia (Freepik.com)

Sedangkan pada perempuan kurang dari 12 g/dL.

Lalu pada wanita hamil, WHO menentukan batasnya 11 g/dL.

Baca juga: Komplikasi yang Kerap Terjadi Akibat Gastritis ialah Anemia Pernisiosa, Begini Kata dr. Tan Shot Yen

Penjelasan dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Kamis (29/7/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved