Breaking News:

Penyakit Akibat Infeksi Omicron Kemungkinan Tak Akan Separah Delta

Sebuah studi menyebut bahwa infeksi Covid-19 akibat omicron kemungkinan tak separah delta

Pixabay
Ilustrasi virus corona varian omicron 

TRIBUNHEALTH.COM - Dibanding delta, infeksi omicron memiliki kemungkinan lebih kecil dalam menyebabkan penyakit yang serius, menurut data Afrika Selatan

Data awal dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) juga menunjukkan varian omicron biasanya menyebabkan gejala yang lebih ringan.

Namun, para ilmuwan di balik studi Afrika Selatan memperingatkan kekebalan dari infeksi atau vaksinasi mungkin menjelaskan beberapa pengurangan risiko, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Independent, Kamis (23/12/2021).

Studi yang belum ditinjau sejawat itu berusaha menilai tingkat keparahan penyakit dengan membandingkan data infeksi Omicron pada bulan Oktober dan November dengan data infeksi Delta antara April dan November, yang semuanya di Afrika Selatan.

Analisis dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) dan universitas besar, termasuk Universitas Witwatersrand dan Universitas KwaZulu-Natal.

Baca juga: Sakit Tenggorokan Bisa Jadi Tanda Covid-19, Simak Bedanya dengan Pilek dan Penyakit Lain

Baca juga: Masa Inkubasi Omicron Lebih Pendek, Bisa Tularkan Covid-19 sebelum Muncul Gejala Pertama

ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid
ilustrasi seseorang bergejala meskipun sembuh dari covid (freepik.com)

Risiko masuk rumah sakit kira-kira 80 persen lebih rendah bagi mereka yang terinfeksi omicron dibandingkan dengan delta.

Sedangkan bagi mereka yang dirawat di rumah sakit, risiko terkena penyakit parah kira-kira 30 persen lebih rendah.

Namun, penulis memasukkan beberapa peringatan dan memperingatkan agar tidak langsung menyimpulkan karakteristik intrinsik omicron.

Data awal dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) tampaknya menggemakan kesimpulan yang ditarik oleh penelitian di Afrika Selatan.

Menurut Politico, UKHSA telah menemukan bahwa infeksi omicron lebih ringan daripada delta.

Kendati demikian, badan tersebut percaya penurunan virulensi ini tidak akan cukup signifikan untuk menghindari sejumlah besar rawat inap di seluruh Inggris.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Aturan Karantina Terkini, Pelanggar Ketentuan akan Ditindak Tegas

Baca juga: Benarkah Hewan Dapat Menularkan Virus Penyebab COVID-19? Begini Tanggapan dr. Alexandra Clarin Hayes

ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid
ilustrasi vaksin covid seseorang yang memiliki komorbid (freepik.com)

UKHSA juga menemukan bahwa masih ada kemungkinan tinggi rawat inap dan kematian di antara mereka yang jatuh sakit dengan omicron, klaim laporan itu.

Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di University of East Anglia, menggambarkan penelitian Afrika Selatan itu penting.

Dia mengatakan itu adalah yang pertama dari jenisnya yang merinci perbedaan tingkat keparahan antara infeksi omicron dan delta.

Namun Prof Hunter mengatakan kelemahan utamanya adalah membandingkan data omicron dari satu periode dengan data Delta dari periode sebelumnya.

ilustrasi infeksi paru akibat virus covid-19
ilustrasi infeksi paru akibat virus covid-19 (kompas.com)

Baca juga: Orang yang Sudah Melakukan Vaksinasi COVID-19 Masih Memungkinkan Mengalami Badai Sitokin

Baca juga: Waspada, Tak Hanya Dialami Pasien Covid-19 Badai Sitokin Bisa Terjadi pada Penderita Penyakit Berat

"Jadi meskipun kasus omicron lebih kecil kemungkinannya untuk berakhir di rumah sakit daripada kasus delta, tidak mungkin untuk mengatakan apakah ini karena perbedaan virulensi yang melekat atau apakah ini karena kekebalan populasi yang lebih tinggi pada bulan November dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada tahun ini,” ujarnya.

"Sampai batas tertentu ini tidak masalah bagi pasien yang hanya peduli bahwa mereka tidak akan sakit parah."

"Tetapi penting untuk diketahui untuk memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang kemungkinan tekanan pada layanan kesehatan."

Hasil studi non-peer review oleh Imperial College London, dirilis minggu lalu, menunjukkan tidak ada tanda bahwa Omicron lebih ringan dari Delta, meskipun mengakui bahwa data tentang penerimaan rumah sakit sangat terbatas.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved