Breaking News:

Pfizer: Booster Vaksin Dosis Ketiga Beri Perlindungan Kuat terhadap Varian Omicron

Meski masih bisa terinfeksi, dua dosis vaksin pfizer juga masih memiliki manfaat

Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNHEALTH.COM - Perusahaan produsen vaksin, Pfizer mengumumkan data terbaru mengenai kemampuan vaksin mereka dalam melawan virus corona varian omicron.

Suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech terbukti memberikan perlindungan yang kuat terhadap varian omicron.

Sementara vaksin dua dosis awal mungkin tidak cukup untuk mencegah infeksi, dilansir TribunHealth.com dari NBC News.

Data tersebut diumumkan perusahaan pada Rabu (8/12/2021).

Temuan mereka mengkonfirmasi bahwa varian baru lebih terampil menghindari perlindungan kekebalan yang diberikan oleh vaksin yang ada.

Namun sejauh mana kemampuannya untuk menghindari pertahanan tubuh masih belum jelas karena penelitian lebih lanjut masih diperlukan, kata pakar kesehatan.

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Vaksin Pfizer 41 Kali Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Omicron

Baca juga: Pfizer Tengah Pelajari Vaksin untuk Anak di Bawah 5 Tahun, Antisipasi Penularan Delta & Omicron

Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021).
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Pfizer dan BioNTech mengatakan hasil tes laboratorium menunjukkan dosis ketiga vaksin mereka memberikan antibodi penetral terhadap omicron.

Antibodi yang terbentuk sebanding dengan vaksin dalam melawan virus corona asli dan varian lainnya setelah dua dosis.

Sampel darah dari mereka yang hanya menerima seri utama vaksin, rata-rata, melihat penurunan 25 kali lipat antibodi terhadap varian baru.

Hal itu menunjukkan bahwa dua dosis awal vaksin mungkin tidak cukup untuk melindungi terhadap infeksi omicron, meskipun masih dapat mencegah penyakit parah, kata perusahaan itu.

"Jika data ini benar, maka ini adalah pertanda baik," kata Ali Ellebedy, profesor patologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.

Baca juga: Demi Ciptakan Kekebalan dari Covid-19, Bos Pfizer: Vaksinasi Tahunan Mungkin Diperlukan

Baca juga: Obat Covid-19 Buatan Pfizer Diklaim Bisa Kurangi Potensi Rawat Inap dan Kematian hingga 90 Persen

Ilustrasi vaksin pfizer
Ilustrasi vaksin pfizer (Tribunnews.com)

"Artinya, paling tidak, individu yang divaksinasi penuh ... kemungkinan besar akan terlindungi dari penyakit parah."

Karena varian omicron yang sangat bermutasi, para ilmuwan berlomba untuk menentukan bagaimana vaksin yang tersedia akan bekerja melawannya.

"Tiga dosis terhadap omicron hampir setara dengan dua dosis efektivitas yang kami miliki terhadap ... varian asli," kata CEO Pfizer Albert Bourla pada hari Rabu di acara "TODAY" NBC.

"Anda mungkin perlu mendapatkan booster ketiga lebih cepat, dan itu adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan oleh otoritas kesehatan dengan sangat hati-hati dan membuat rekomendasi mereka," tambahnya.

"Tapi jelas memiliki dua dosis dibandingkan dengan tidak sama sekali melindungi Anda jauh lebih baik daripada tidak memiliki apa-apa."

Baca berita lain tentang kesehatan Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved