Breaking News:

Bayi Selebritas Nick Cannon Meninggal Akibat Tumor Otak, Dokter Sebut Kondisi Langka dan Mematikan

Ahli menyebut tumor otak pada anak termasuk sangat jarang, simak penjelasannya berikut ini

Instagram via TribunPontianak
Dalam acara yang dibawakannya, Nick Cannon mengumumkan bahwa putra bungsunya, Zen, meninggal dunia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Selebritas Nick Cannon tengah menjadi perbincangan di dunia hiburan internasional.

Dia baru saja kehilangan putranya yang meninggal akibat tumor otak pada usia 5 bulan.

Nick Cannon sendiri dikenal sebagai komedian, pemeran, dan pembawa acara televisi asal Amerika Serikat (AS).

Wakil Direktur Neuro-onkologi Pediatrik di Dana-Farber Cancer Institute dan Rumah Sakit Anak Boston, Dr. Susan Chi, memberikan penjelasan.

Kepada NBC News, Dr. Susan Chi menyebut tumor otak pada bayi merupakan hal yang langka namun serius dan mematikan.

Dia menyebut hanya sekitar 1.200 hingga 1.500 anak hingga usia 4 tahun yang didiagnosis menderita tumor otak setiap tahun.

“Tumor otak pada anak sangat jarang. Dan tentu saja lebih jarang daripada yang kita lihat pada populasi orang dewasa,” kata Chi, dikutip TribunHealth.com dari NBC News, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Covid-19 Bisa Picu Kerusakan Otak, Pakar Prediksi Bakal Ada Gelombang Penyakit Parkinson, Apa Itu?

Baca juga: dr. Imam Santoso Paparkan Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Jika Memang Terjadi Pendarahan Otak

ilustrasi otak
ilustrasi otak (health.kompas.com)

Ada lusinan jenis tumor otak dan perawatannya berbeda-beda.

Dr. Susan Chi mengatakan tingkat kelangsungan hidup bayi semakin rendah semakin muda terkena tumor.

Pasalnya otak bayi belum berkembang, jadi radiasi untuk anak di bawah 5 tahun umumnya bukan pilihan.

"Memancarkan (terapi radiasi) otak yang begitu muda benar-benar memengaruhi potensi kognisi mereka," kata Chi.

“Itu membatasi seberapa banyak radiasi, jika ada, yang dapat diberikan kepada anak-anak ini, dan itu memengaruhi kelangsungan hidup mereka.”

Cannon, 41, mengumumkan kematian putranya Zen pada hari Selasa.

“Selama akhir pekan saya kehilangan putra bungsu saya karena suatu kondisi yang disebut hidrosefalus yang cukup ganas, tumor otak garis tengah – kanker otak,” kata Cannon.

Hidrosefalus ditandai dengan peningkatan abnormal jumlah cairan di otak.

Zen menjalani operasi untuk mengalirkan cairan.

Kondisinya memburuk sekitar Thanksgiving, kata Cannon, yang tidak merinci jenis tumor otak apa yang dimiliki putranya.

Baca juga: 5 Manfaat Olahraga Selain untuk Keburagan Tubuh, Bantu Tidur Lebih Nyenyak hingga Buat Otak Prima

Baca juga: Gejala Utama Demensia dan Bedanya dengan Penurunan Fungsi Otak Terkait Usia

Ilustrasi otak manusia
Ilustrasi otak manusia (Pixabay)

Danielle Leach, juru bicara National Brain Tumor Society nirlaba, yang berbasis di Newton, Massachusetts, kehilangan putranya yang berusia 5 tahun, Mason, karena tumor otak pada 2006.

Dia hidup dengan tumor itu selama 15 bulan, kata Leach.

"Setiap kali kami, sebagai sebuah komunitas, mendengar tentang orang tua lain yang mengalami tragedi kehilangan seorang anak karena tumor otak, kami selalu berkomitmen kembali di komunitas untuk berbuat lebih banyak untuk terus meningkatkan kesadaran," kata Leach.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved