Breaking News:

Gusi Berdarah Akibat Kekurangan Vitamin C atau Peradangan Gusi? Berikut Penjelasan drg. Arifah

Gusi berdarah ketika menyikat gigi berarti menandakan adanya masalah kesehatan pada gusi kita. Hal tersebut tentu saja tidak boleh dianggap sepele.

TRIBUNHEALTH.COM - Faktor penyebab karang gigi yaitu sisa makanan yang tidak dibersihkan secara tuntas dari permukaan gigi.

Karang gigi terbentuk dari sisa makanan yang teremineralisasi.

Di dalam air liur terdapat mineral, dan berkontan dengan makanan yang tersisa pada gigi sehingga akan mengeras dan terbentuklah karang gigi.

Apabila plak gigi tidak segera dibersihkan lambat laun akan berubah menjadi karang gigi.

Tanda tanda karang gigi yang bisa dilihat secara fisik yaitu apabila disaat sikat gigi mulai berdarah tapi tidak terasa sakit, kejadian tersebut termasuk tanda-tanda gingivitis atau radang gusi.

Radang gusi akan terjadi akibat penumpukan plak pada permukaan gigi.

ilustrasi seseorang yang mengalami gusi berdarah
ilustrasi seseorang yang mengalami gusi berdarah (health.grid.id)

Baca juga: dr. Erwin: Konsumsi Buah dan Sayur Berpengaruh Terhadap Defekasi Setiap Hari dengan Benar

Karang gigi yang menempel akan mengiritasi gusi, sehingga terjadi peradangan.

Efek lanjut apabila karang gigi tidak segera diperiksakan adalah gusi berdarah ketika menggosok gigi.

Gusi berdarah ketika menggosok gigi bukan serta merta karena kekurangan vitamin C, tetapi karena ada perdangan pada gusi.

Peradangan pada gusi lama-kelaman tidak akut, tetapi menjadi kronis.

Semakin lama, peradangan gusi akan megiritasi gusi dan akan mengiritasi tulang penyangga pada gigi.

Karang gigi akan mengiritasi sampai tulang, lalu tulangnya akan mengalami penurunan.

Baca juga: Bermanfaat untuk Kesehatan, Berjemur Juga Harus Diimbangi dengan Asupan Gizi Seimbang

Setelah tulang mengalami penurunan, secara visual gigi akan tampak panjang-panjang.

Hal tersebut menandakan bahwa karang gigi sudah mengiritasi lebih parah daripada gusi berdarah.

Lama kelamaan gigi akan goyang dan lama kelaman gigi akan copot. Namun hal tersebut tidak terjadi dalam waktu satu atau dua tahun.

Cara mengobati atau mengatasi adanya karang gigi yaitu dengan scaling.

Untuk pasien yang memiliki penyakit jantung/pasien yang memiliki komorbidnya ada penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi organ dalam, sebaiknya berhati-hati dalam scaling.

Jika tidak memiliki riwayat penyakit, makan akan aman untuk melakukan scaling.

Baca juga: Mitos atau Fakta Scaling Gigi dapat Membuat Gigi Terkikis? Simak Jawaban drg. Zaida Dahlia Wattimena

Apabila mamiliki riwayat penyakit yang berat sebaiknya dikonsultasikan ke dokter organ dalam terlebih dulu sebelum melakukan scaling.

Langkah untuk mencegah karang gigi yaitu menyikat gigi minimal 2x dalam sehari, mengonsumsi makanan berserat, pengunyahan saat makan sebaiknya bergantian kanan dan kiri.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Palu Official bersama drg. Arifah Hariadi. Selasa (3/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved