Breaking News:

Benarkah Tindakan Penambalan Gigi Memicu Terjadinya Sariawan? Berikut Ulasan drg. Anastasia

Penambalan gigi umumnya untuk mengatasi masalah gigi berlubang. Tindakan tambal gigi tentu saja harus dilakukan oleh dokter yang ahli di bidangnya.

grid.id
ilustrasi sariawan akibat tindakan penambalan gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Perlu diketahui apakah tambalan yang diberikan, misal bisa memicu reaksi alergi pada pasien.

Karena salah satu pemicu terjadinya sariawan juga alergi.

Tetapi biasanya alergi yang memicu kejadian sariawan adalah alergi berupa makanan.

Termasuk pada pemakaian pasta gigi yang mengandung detergen.

Pada kasus-kasus lain ada kemungkinan material yang digunakan memicu atau mencetuskan anomali terkait.

Yang paling sering terjadi, ketika pasien mengeluhkan bahwa pasca ditambal muncullah sariawan atau stomatitis pada mukosa, jaringan lunak di sekitar dalam rongga mulut biasanya dipicu oleh salah satu tindakan.

ilustrasi sariawan akibat tindakan penambalan gigi
ilustrasi sariawan akibat tindakan penambalan gigi (grid.id)

Baca juga: Bermanfaat untuk Kesehatan, Berjemur Juga Harus Diimbangi dengan Asupan Gizi Seimbang

Biasanya saat dilakukan perawatan penambalan pada kasus-kasus tertentu yang cukup rumit, maka dokter menggunakan alat bantu termasuk peralatan-peralatan yang cukup rumit.

Pada beberapa kejadian, meskipun tidak dimaksudkan bisa memicu trauma pada jaringan lunak rongga mulut pasien.

Karena pada prinsipnya dokter akan membuat lokasi area penambalan agar bersih, steril, dan benar-benar dijauhkan dari jaringan lunak.

Dikarenakan alat-alat yang digunakan oleh dokter gigi banyak yang tajam dan banyak yang bisa melukai.

Sehingga biasanya jaringan lunak akan dijauhkan atau disibak.

Baca juga: Mitos atau Fakta Scaling Gigi dapat Membuat Gigi Terkikis? Simak Jawaban drg. Zaida Dahlia Wattimena

Pada kejadian tersebut ketika jaringan lunak terkena alat-alat dokter, misalkan ketika dokter mendorong lidah, saat mendorong mukosa pipi, dan karena lokasi atau area pipi yang ditambal sangat dekat dengan jaringan lunak.

Apabila dokter tidak menyibakkan terlebih dahulu, bisa melukai pada proses pengeboran.

Dokter akan menggunakan beberapa alat seperti kaca mulut, dan alat-alat lain untuk mendorong.

Dalam kondisi tersebut, terkadang pada pasien yang memiliki jaringan lunak cukup sensitif bisa mengalami proses efek lanjut berupa munculnya sariawan.

Bagi pasien yang memiliki area jaringan lunak sedikit kering mampu memudahkan atau memicu kejadian trauma pada jaringan lunaknya.

Setelah beberapa hari kemudian, kan dirasakan munculnya sariawan atau stomatitis aptosa karena kondisi traumatik tersebut.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews, bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter spesialis gigi. Jumat (6/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved