Breaking News:

Setelah Terjadi Menopause, Perempuan Rentan Mengalami Hipertensi Seperti Laki-laki

Banyak anggapan bahwa hipertensi hanya dialami oleh usia lanjut saja, padahal laki-laki maupun perempuan semua usia beresiko terkena hipertensi.

sains.kompas.com
ilustrasi perempuan yang sudah mengalami menopause 

TRIBUNHEALTH.COM - Semua orang bisa terkena hipertensi.

Hipertensi terjadi dikarenakan kekakuan pada pembuluh darah.

Jenis hipertensi dibagi menjadi 2, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer yakni, hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya tetapi sebagian besar terjadi karena kekakuan pembuluh darah dan sebagainnya.

Pada hipertensi sekunder dikarenakan adanya penyakit yang mendasarinya seperti kelainan ginjal, kelainan hormon, dan sebagainya.

Semua usia bisa beresiko terkena hipertensi.

ilustrasi perempuan yang sudah mengalami menopause
ilustrasi perempuan yang sudah mengalami menopause (sains.kompas.com)

Baca juga: Ternyata Munculnya Sariawan Tidak Hanya Didasari oleh Satu Penyebab Saja, Simak Ulasan Dokter

Saat bertambah usia dan dikarenakan pembuluh darah kaku maka beresiko terjadi hpertensi.

Semakin bertambah usia semakin beresiko terkena hipertensi karena pembuluh darah kaku maka tekanan dipembuluh darah akan meningkat.

Biasanya sering terjadi pada seseorang yang berusia di atas 45 tahun.

Laki-laki lebih rentan mengalami hipertensi karena permasalahan hormonal.

Perempuan sedikit yang mengalami hipertensi, apabila kejadiannya sebelum menopause.

Setelah perempuan mengalami menopause, maka tidak ada lagi perlindungan dari hormon esterogen.

Baca juga: Warna Kehitaman dan Karies Gigi Menjadi Tanda Adanya Perlubangan pada Gigi yang Jarang Disadari

Maka, kejadian perempuan setelah mengalami menopause akan sama dengan laki-laki.

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita hipertensi, maka bisa terkena hipertensi.

Hipertensi lebih sering terjadi pada orang yang obesitas, sedentery life style.

Banyak yang mengira bahwa pusing dan sakitnya tengkuk kepala adalah gejala dari hipertensi.

Padahal terjadinya hipertensi tidak bergejala.

Hipertensi sering terjadi tiba-tiba dan bisa mengakibatkan stroke.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Delusi? Berikut Penjelasan Adib Setiawan, S.Pdi., M.Psi

Kita tidak bisa mengetahui bahwa menderita hipertensi hanya dengan melihat dari gejala saja.

Untuk mengetahui apakah menderita hipertensi, harus rutin mengukur tekanan darah.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved