Breaking News:

dr. Olga Rasiyanti Siregar Beberkan Jika Thalasemia Sebagai Penyakit Herediter atau Diturunkan

Menurut dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebelum menikah baiknya melakukan pemeriksaan thalasemia terlebih dahulu.

Kompas.com
Ilustrasi pemeriksaan penyakit thalasemia sebelum menikah, begini ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Thalasemia merupakan kelaianan darah yang diturunkan dari orang tua.

Dokter menuturkan jika penyebab pasti thalasemia adalah akibat turunan.

Genetik penderita mengalami masalah.

Baca juga: Mengenal Thalasemia, dr. Olga: Termasuk Penyakit Turunan dan Sulit Disembuhkan

"Kalau di Indonesia, kita adalah kecenderungan membawa gen thalasemia," pungkasnya.

Maka dari itu Indonesia disebut sebagai blood thalassemia.

Ilustrasi sel darah thalasemia, simak ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K)
Ilustrasi sel darah thalasemia, simak ulasan dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) (pixabay.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 20 November 2021.

"Kita tidak bisa bilang kita pembawa thalasemia, kalau kita tidak melakukan pemeriksaan," tambahnya.

Dokter menuturkan jika sebelum menikah baiknya melakukan pemeriksaan thalasemia terlebih dahulu.

Baca juga: Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP Paparkan Penyebab Seseorang Mengalami Karies Gigi

Hal ini karena salah satu pemeriksaan sebelum menikah adalah pemeriksaan dari thalasemia.

Faktor risiko thalasemia adalah faktor turunan.

Artinya jika seseorang menderita thalasemia, maka salah satu orang tua baik bapak atau ibu sebagai pembawa thalasemia.

Sementara pada penyakit lain bisa disebabkan oleh virus dan sebagainya.

Ilustrasi seseorang transfusi darah, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebut penderita harus lakukan transfusi
Ilustrasi seseorang transfusi darah, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebut penderita harus lakukan transfusi (Kompas.com)

"Pada seorang anak yang menderita thalasemia, maka kita (dokter) akan meminta kedua orang tua untuk memeriksa thalasemianya itu sendiri apakah orang tua sebagai pembawa thalasemia atau tidak," ujar dr. Olga.

Bisa disebut jika thalasemia sebagai penyakit herediter atau diturunkan.

Anak yang dilahirkan dari orang tua penderita thalasemia, tentu akan menderita thalasemia.

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS Beberkan Faktor Risiko Wanita Terjangkit Miom, Ketahui Ulasannya

Jadi jika bapak atau ibu sebagai penderita thalasemia, maka setiap anaknya akan berisiko menderia thalasemia sebesar 50%.

Sementara jika kedua orang tua sama-sama sebagai pembawa thalasemia, maka semakin besar persentase tersebut.

Kita ketahui jika thalasemia merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, maka seumur hidup penderita akan menyandang thalasemia serta akan diturunkan lagi ke generasi berikutnya.

Ilustrasi penyakit thalasemia, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebut thalasemia tidak bisa disembuhkan
Ilustrasi penyakit thalasemia, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) sebut thalasemia tidak bisa disembuhkan (tribunnews.com)

Baca juga: Benarkah Wanita pada Usia Subur Rentan Alami Miom atau Fibroid Rahim? Begini Ulasan dr. Binsar

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 20 November 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved