Breaking News:

Perlunya Mengetahui Faktor Resiko Turun Peranakan yang Disampaikan oleh dr. Asih Anggraeni, SP.OG

Turun peranakan ialah terjadinya penurunan rahim hingga menonjol keluar vagina. Penyebab dari turun peranakan adalah kehamilan dengan usia.

pixabay.com
ilustrasi turun peranakan 

TRIBUNHEALTH.COM - Turun peranakan atau rahim turun memiliki istilah medis yaitu Prolaps uteri.

Pasalnya turun peranakan banyak terjadi pada wanita pasca menopause dan wanita pasca melahirkan.

Turun peranakan atau turun rahim adalah suatu kondisi dimana organ genital wanita turun ke vagina atau keluar dari vagina.

Kebanyakan faktor penyebab turun peranakan adalah kehamilan dengan usia.

Turun peranakan memiliki grade untuk menentukan stadium.

Pada grade 1 atau 2 mungkin tidak merasakan keluhan.

ilustrasi turun peranakan
ilustrasi turun peranakan (pixabay.com)

Baca juga: Apakah Pengeroposan dan Gigi Berlubang Itu Sama? Simak Penjelasan Dr. drg. Munawir

Terkadang hanya ada benjolan terasa mengganjal pada vagina, dan merasa tidak nyaman.

Apabila benjolan sudah keluar semua, mungkin merasa terdapat sesuatu yang bisa dipegang.

Karena memang keluhannya tidak akan nyeri.

Terkadang orang Indonesia, dan kebanyakan adalah wanita yang sudah berusia lanjut terkadang karena malu sehingga takut untuk memeriksakan diri ke dokter.

Banyak yang beranggapan bahwa turun peranakan harus dioperasi, padahal tidak seperti itu.

Baca juga: Pemeriksaan Gigi Palsu Bertujuan agar Gigi Tersebut Bisa Digunakan dalam Jangka Panjang

Gejala penyerta saat turun peranakan adalah adanya gangguan berkemih dan gangguan BAB.

Penyebab seseorang mudah mengalami turun peranakan selain karena usia menopause dan pasca melahirkan adalah obesitas atau kelebihan berat badan.

Wanita perokok, penderita penyakit paru yang kronis terlalu sering batuk-batuk juga bisa menyebabkan turun peranakan.

Turun peranakan pasca melahirkan karena mengedan, sehingga terjadi kekendoran pada organ dasar panggul.

Apalagi setelah melahirkan bayi yang berukuran besar dan mengedan terlalu lama bisa mneyebabkan otot dasar panggul rusak.

Baca juga: Apa Saja yang Menyebabkan Seseorang Berhalusinasi? Berikut Penjelasan Psikolog

Oleh karena itu, dr. Asih menyampaikan, kalau bisa untuk menghindari faktor-faktor mengedan sampai lebih dari 2 jam untuk kehamilan anak pertama.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari turun peranakan yang terjadi pada usia lanjut.

Faktor terjadinya turun peranakan karena sering melahirkan, terlalu mengedan, apalagi ukuran bayi yang besar sampai 4kg.

Faktor tindakan pengguntingan atau disebut dengan Episiotomy.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved