Breaking News:

Ahli Gizi, dr. Tan Shot Yen Sebut Salah Satu Faktor Pemicu Terjadinya GERD adalah Obesitas

Ketika makanan dari lambung kembali ke atas ke kerongkongan, dikhawatirkan selaput lendir pada kerongkongan dapat terkikis karena asam dari lambung.

freepik.com
ilustrasi penyakit GERD 

TRIBUNHEALTH.COM - GERD merupakan singkatan dari Gastroesophageal reflux disease, yang artinya gastro itu lambung dan esophageal itu kerongkongan.

Sambungan antara kerongkongan dan lambung terdapat semacam klep.

Artinya ketika makanan sudah masuk ke dalam lambung, makanan tidak boleh lagi kembali ke atas melewati klep tersebut.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter, Filsuf, Ahli Gizi Komunitas, dr. Tan Shot Yen memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribunnews dalam program Malam Minggu Sehat.

Dalam penjelasannya tersebut, dr. Tan Shot Yen sebut jika kondisi gerd merupakan suatu kondisi yang terbalik.

Gerd ialah kondisi dimana makanan yang terdapat di lambung kembali lagi ke atas atau ke kerongkongan.

Pasalnya cairan lambung mengandung asam dan memiliki pH sampai 2, sehingga kondisi tersebut sangatlah asam.

Baca juga: Asam Lambung Penderita GERD Bisa Naik ke Kerongkongan, Berisiko Sebabkan Erosi Gigi

ilustrasi naiknya asam lambung
ilustrasi naiknya asam lambung (freepik.com)

Sedangkan pada kondisi kerongkongan terdapat yang bernama lapisan lendir atau selaput lendir yang jauh berbeda dengan lambung.

Ketika makanan yang sudah masuk ke lambung, kemudian kembali lagi naik ke atas ke kerongkongan dimana terdapat selaput lendir, maka dikhawatirkan selaput lendir tersebut dapat terkikis karena asam dari lambung.

"Jadi kondisi ini tidak normal dan tidak semua penyakit yang berhubungan dengan pencernaan atau lambung bisa disebut dengan gerd," papar dr. Tan.

"Penyakit Gerd itu memiliki syarat untuk bisa dinyatakan sebagai penyakit Gerd. Syaratnya ialah ketika seseorang menderita Gerd, kemudian dilakukan endoskopi, maka akan ketahuan jika sfigternya kendor."

"Sehingga ada syaratnya dulu, bukan cuman gejala dan ada buktinya."

dr. Tan memaparkan terdapat beberapa faktor seseorang mengalami Gerd, dua diantaranya karena faktor obesitas dan posisi.

Orang-orang yang obesitas memiliki beberapa kebiasaan unik, salah satunya ketika habis makan mereka kemudian rebahan.

Normalnya setelah makan harus mempertahankan posisi duduk untuk beberapa saat, agar makanan dapat dicerna dengan baik.

Apabila seseorang konsumsi makanan atau setelah makan langsung pada posisi rebahan, maka posisi lambung dan kerongkongan tersebut tidak tegak lurus dan hampir sejajar.

Ketika makanan tersebut penuh di dalam lambung dan orang tersebut rebahan, makanan tersebut akan dengan mudah mendesak ke atas dan kembali ke kerongkongan.

Baca juga: 5 Tips dr. Susanti bagi Penderita GERD, Usahakan Tak Berbaring ketika Asam Lambung Naik

ilustrasi penyakit gerd
ilustrasi penyakit gerd (kompas.com)

Namun jika seseorang tetap duduk saat makan atau setelah makan, akan ada kondisi gravitasi yang akan membantu makanan turun dari atas ke bawah.

Selain faktor obesitas dan posisi, hal lain yang harus diperhatikan adalah jenis makanan yang ia makan.

dr. Tan sebut jika Gerd bisa terjadi jika kita konsumsi makanan yang lambat dicerna.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved